Gaya Hidup

Cosplay Berkembang di Balikpapan, Pria Ini Raup Peluang Bisnis Bikin Kostum Superhero

Cosplay mulai masuk di Indonesia sekitar tahun 2000-an. Sejak saat itu, perkembangannya terus meluas ke berbagai daerah. Tak terkecuali di Balikpapan.

Cosplay Berkembang di Balikpapan, Pria Ini Raup Peluang Bisnis Bikin Kostum Superhero
TRIBUN KALTIM/ANNISA NURSUCI RHAMADANI
Sugian, pembuat kostum superhero di Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Berbicara tentang popularitas film superhero, tentu tidak lepas dari istilah cosplay.
Meski perkembangan cosplay sangat terkenal di Jepang, namun budaya ini muncul pertama kali sejak tahun 1960-an di Amerika Serikat.

Amerika sudah mengenal budaya bentuk pesta topeng, yang paling dikenal saat perayaan Halloween.

Cosplay mulai masuk di Indonesia sekitar tahun 2000-an. Sejak saat itu, perkembangannya terus meluas ke berbagai daerah. Tak terkecuali di Balikpapan, cosplay juga sempat meramaikan daerah penyangga calon ibu kota baru ini.

Sugian, pembuat kostum superhero, menuturkan, 2010 adalah tahun awal cosplay masuk di Balikpapan.

“Cosplay mulai berkembang di Balikpapan sekitar 2010, ada event gathering pertama di Balcony (sekarang Balikpapan Ocean Square) yang memanggil komunitas cosplay dari Samarinda,” ujar Sugian.

Setelah itu, informasi-informasi mengenai gathering cosplay mulai menyebar di media sosial Facebook.
Lewat platform tersebut, semakin banyak masyarakat yang tahu dan lahirlah komunitas cosplay di Balikpapan.

Saat itu, cosplay yang terkenal adalah gaya-gaya Harajuku dan cukup sering digunakan ketika ada event gathering cosplay berskala kecil.

“Saya dari kecil memang suka nonton Anime. Nah, begitu tahu ada gathering komunitas, saya mulai ikut. Saat itu, belum ada kepikiran untuk ikut cosplay ya. Terus ketika ada acara di Samarinda, saya nyoba bikin cosplay sekali, eh keterusan sampai sekarang,” terang Sugian sambil tertawa.

Kostum superhero Captain America buatan Sugian.
Kostum superhero Captain America buatan Sugian. (TRIBUN KALTIM/ANNISA NURSUCI RHAMADANI)

Ia tidak menyangka, kebiasaan menonton Anime yang berasal dari hobi tersebut berbuah menjadi mata pencaharian baginya.

“Saya belajar bareng teman-teman cara bikin kostum, karena saat itu mikir kalo bisa bikin pasti bisa (modal) lebih murah. Selain itu, bisa sesuai dengan ekspektasi kita sendiri,” lanjut Sugian.

Sugian mengaku, bahan-bahan kostum menjadi tantangan tersendiri baginya. Hal itu dikarenakan, beberapa bahan mengharuskannya untuk memesan langsung dari Jawa.

Bahan-bahan seperti kulit imitasi masih sulit ditemukan di Balikpapan, karena jumlahnya masih sangat terbatas.

Sugian mengatakan, untuk mendatangkan bahan-bahan dari Jawa, ia lebih memilih untuk memesan seperlunya saja. Hal itu disebabkan karena biaya pengirimannya yang terbilang cukup mahal.

Namun, masa kejayaan cosplay sendiri hanya berlangsung dari 2011 hingga 2016 saja.

Selama kurun waktu tersebut, acara-acara komunitas, undangan event, dan gathering sangat sering dilakukan dan cosplay sedang berada di puncak popularitasnya di Balikpapan. (*)

Penulis: Annisa Nursuci Rhamadani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved