Berita Pemkot Tarakan

Dibuka Resmi Oleh Walikota, Ini Menu yang Tersedia di Kuliner Bangayo Depan KKMB Tarakan

Kawasan Kuliner Bangayo sebagai upaya Pemkot Tarakan dalan mengembangkan usah para UMKM di Kota Tarakan khususnya dibidang kuliner.

Dibuka Resmi Oleh Walikota, Ini Menu yang Tersedia di Kuliner Bangayo Depan KKMB Tarakan
HUMAS DAN PROTOKOL PEMKOT TARAKAN
Walikota Tarakan Khairul menekan tombol sirine sebagai tanda diresmikannya Kawasan Kuliner Bangayo, Sabtu (12/10/2019) malam di depan KKMB(Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan). 

TARAKAN - Walikota Tarakan Khairul didapingi istri Rujiah dan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltara Hendik Sudaryanto dan perwakilan bank di Tarakan secara resni membuka Kawasan Kuliner Bangayo (Baya Ngakan Mayo), Sabtu (12/10/2019) malam di depan Kawasan Konservasi Magrove Bekatan (KKMB).

Walikota Tarakan Khairul mengungkapkan, Kawasan Kuliner Bangayo sebagai upaya Pemkot Tarakan dalan mengembangkan usah para UMKM di Kota Tarakan khususnya dibidang kuliner.

"Kawasan Kuliner ini kita khususkan kepada UMKM Kota Tarakan, terutama pedagang kaki lima (PKL) dan beberapa outlet yang cukup besar," ucapnya.

Khairul mengatakan, keberadaan Kawasan Kuliner ini menajdi salah satu alternatif buat masyarakat Kota Tarakan dan luar Kota Tarakan apabila berkunjung di Kota Tarakan. Pasalnya kuliner ini menyediakan aneka makanan, snack dan minuman yang buka mulai pukul 18.00 Wita hingga pukul 24.00 Wita.

"Di kawasan kuliner Bangayo ini pembayarannya agak berbeda di tempat lain. Sebab disini pembayarannya non tunai dengan menggunakan aplikasi menggunakan handphone android," ucapnya.

Orang nomor satu di Tarakan ini mengatakan, alasan pembayaran dilakukan dengan non tunai, karena disesuaikan dengan tagline Kota Tarakan Smart City dan mempermudah transaksi.

"Dengan kita menggunakan non tunai, mempermudah transaksi. Pertama, tidak lagi pakai uang kembalian. Kalau pakai tunai biasanya ribet dengan uang kembalian. Misalanya kembalian Rp 1.000 dan Rp 2.000 tidak ada diganti permen dan akhirnya ribut," ucapnya.

Tak hanya itu, kata Khairul dengan non tunai mengurangi kejahatan di bidang keuangan karena kalau tidak ada uang tunai agak sulit dicuri. Sebab ATM yang digunakan menggunakan nomor PIN.

"Bahkan dengan non tunai segala transaksi yang masuk dapat dilihat. Juga membantu pemerintah dalam mengurangi pencetakan uang. Sebab untuk mencetak uang kita juga mengeluarkan uang dengan menggunakan APBN," ucapnya.

Khairul menambahkan, di kawasan kuliner ini ada pula pasar paginya. Jadi setelah stand kuliner sampai pukul 24.00 Wita dilanjutkan dengan kesan yang sayur yang dimulai dari pukul 01.00 hingga pukul 05.00 Wita.

"Masyarakat yang mau membeli sayur dan menjual kembali, dapat membeli aneka sayuran di kawasan kuliner ini,"katanya. (advetorial/jnh)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved