Berita Pemkab Berau

Dorong Roda Perekonomian Warga, Pemkab Berau Kembali Bangun 3 Unit Pasar di Tiga Kampung Ini

Program ini sejalan juga dengan program pemerintah pusat dalam menghidupkan pasar tradisional di wilayah pinggiran.

Dorong Roda Perekonomian Warga, Pemkab Berau Kembali Bangun 3 Unit Pasar di Tiga Kampung Ini
HUMASKAB BERAU
Bupati Berau Muharram menggunting pita pada peresmian beroperasinya pasar tradisional di sebuah kampung. Pemkab terus akan membangun pasar-pasar tradisional di setiap kampung untuk mengerakan roda perekonomian di kampung. 

TANJUNG REDEB - Mendukung aktivitas jual beli serta mengerakan roda perekonomian di kampung, Pemerintah Kabupaten Berau secara bertahap membangun pasar di setiap kampung.

Program ini sejalan juga dengan program pemerintah pusat dalam menghidupkan pasar tradisional di wilayah pinggiran.

Untuk tahun ini ada tiga pasar yang dibangun, yaitu di Kecamatan Biduk-biduk dan Biatan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan di Kecamatan Merancang Ulu melalui dana APBD.

Sementara pada tahun 2018 lalu, pembangunan pasar dilakukan di Merancang Ilir, Pegat Bukur dan Labanan. Pembangunan ini sendiri mendapat bantuan dari DAK dengan total nilai Rp 2,4 miliar dan APBD Rp 1,2 miliar. Masing-masing pasar mendapat alokasi pembangunan Rp 1,2 miliar.

"Selain itu kita juga mendapatkan Tugas Pembantuan (TP) untuk pasar senja di Bangun. Ini program langsung dari kementerian," jelas Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Wiyat.

Wiyati menyampaikan bahwa sebelum pembangunan ini dilakukan pemerintah daerah telah melakukan peninjauan terlebih dahulu, karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti lahan dan embrio pasar.

“Jadi kita memilih lokasi yang telah memiliki pasar terlebih dahulu, kemudian dibenahi melalui pembangunan ini,” ujarnya.

Setelah pembangunan ini selesai disampaikan Wiyati, akan ada pembahasan terkait pengelolaannya. Pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya untuk pengelolaan ini, apakah diserahkan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) atau pemerintah kampung.

“Kita inginnya menyerahkan kepada kampung agar memberikan penghasilan bagi kas kampung untuk pengelolaannya. Diharapkan juga agar kesiapan SDM kampung dimaksimalkan,” jelasnya.

Wiyati menegaskan bahwa pembangunan pasar ini akan membantu masyarakat di kampung untuk pengembangan ekonominya. Apalagi di pasar ini dapat menjadi sarana bagi para masyarakat kampung yang sebagian petani dalam memasarkan hasil pertaniannya.

Pasar tradisional yang akan dibangun ini bakal terus berlanjut dengan target seluruh kampung memiliki pasar yang representatif. Namun, pemerintah saat ini masih menyasar kampung yang telah memiliki aktivitas jual beli masyarakat dengan pasar tradisional yang ada.

“Kita masih mengevaluasi kampung mana saja yang telah ada aktivitas ini. Jadi bisa kita masukan data untuk target pembangunan berikutnya,” tegas Wiyati. (advertorial/gef)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved