Joker dan Hardcore Komunikasi

Film Joker produksi Hollywood, yang disutradarai oleh Todd Phillips dan diproduseri oleh Todd Phillips juga ini, dibintangi oleh Joaquin Phoenix.

Joker dan Hardcore Komunikasi
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Wakil Pimpinan Perusahaan Tribun Kaltim, Pitoyo menjadi pembicara dalam kelas digital di SMAN 1 Samarinda, Selasa (6/11/2018). 

Oleh : Dr. Pitoyo, M.IKom
Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antarmanusia

TRIBUNKALTIM.CO - Film Joker produksi Hollywood, yang disutradarai oleh Todd Phillips dan diproduseri oleh Todd Phillips juga ini, dibintangi oleh Joaquin Phoenix.

Film yang mengundang kontroversi bagi penontonnya ini, ternyata berdasar data Box Office berhasil menyedot pendapatan terbesar di tahun 2019 ini.

Hingga 9 Oktober 2019, berhasil meraup omzet sebesar 129,4 dolar AS dan 152,2 dolar AS di Kanada, dan di seluruh dunia, di luar dua negara tersebut Joker merebut pendapatan sebesar 281,6 juta dolar AS.

Film ini menguasai gedung film di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan berbagai komentar dari para kritisi film professional maupun yang amatir pun bermunculan, tentang film Joker.

Para kritikus film kebanyakan menyoroti tentang kondisi kejiwaan Joker sebagai anak yang hanya diasuh oleh seorang ibu tanpa sosok ayah.

Idap Autoimun, Ashanty Pernah Minta Anang Hermansyah Tinggalkan Dirinya saat Divonis Meningitis

Dengan kemiskinan yang menyelimuti di Gotham City (kota fanatasi), yang membuat Joker harus berjuang untuk mempertahankan hidup dan merawat ibunya yang sudah tiga tahun tidak lagi bekerja.

Joker bahkan dilarang ditonton oleh anak-anak, karena film ini menguras energi dan emosi penonton.

Penonton diajak untuk mengikuti rasa sakit yang diderita Joker dari masa kecil hingga dewasa, dan sulitnya mencari pekerjaan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup standar dan kebutuhan obat untuk menekan rasa nyeri di kepalanya.

Namun, Joker tidak pernah menampakkan rasa sedih yang berlebihan, bahkan selalu tampak ceria, dan tertawa. Joker bahkan bisa tertawa ketika dirinya merasa tertekan bahkan dibully serta disiksa oleh orang-orang tak dikenal, karena sikapnya yang selalu tertawa.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved