Pulau Maratua Masih Krisis Air Bersih, Ini Tiga Pilihan Solusi yang Dipertimbangkan PDAM Berau

Pulau Maratua Masih Krisis Air Bersih, Ini Tiga Pilihan Solusi yang Dipertimbangkan PDAM Berau

Pulau Maratua Masih Krisis Air Bersih, Ini Tiga Pilihan Solusi yang Dipertimbangkan PDAM Berau - warga-pulau-maratua-15102019.jpg
TRIBUNKALTIM.CO/ GEAFRY NECOLSEN
Warga Pulau Maratua mengangkut air dari lokasi yang jauh dari tempat tinggal. Pulau Maratua dengan jumlah penduduk lebih dari 3.000 orang ini, masih mengalami krisis air bersih. Pasalnya, sumber air di pulau ini hanya ada di dua titik. Itu pun dengan jumlah yang sangat terbatas.
Pulau Maratua Masih Krisis Air Bersih, Ini Tiga Pilihan Solusi yang Dipertimbangkan PDAM Berau - swro-di-pulau-maratua-15102019.jpg
TRIBUNKALTIM.CO/ GEAFRY NECOLSEN
SWRO di Pulau Maratua hanya menghasilkan 2,5 liter air tawar ini, juga sudah lama tidak berfungsi karena mengalami kerusakan.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pulau Maratua Masih Krisis Air Bersih, Ini Tiga Pilihan Solusi yang Dipertimbangkan PDAM Berau

Hingga saat ini, Pulau Maratua, Kabupaten Berau masih mengalami krisis air bersih.

Pasalnya, pulau wisata yang dikunjungi ribuan orang setiap tahunnya ini memiliki sumber air yang sangat terbatas.

Selama ini, masyarakat di Pulau Maratua hanya mengandalkan sumber air bersih yang jauh dari perkampungan.

Di Kabupaten Berau, Dinas Pertanahan Justru Jarang Dilibatkan Soal Pengadaan Tanah, Ini Sebabnya

Hadiri Resepsi HUT, Bupati Berau Dorong Bankaltimtara Tingkatkan Kerja Sama dengan Pelaku Usaha

Cuaca Ekstrem di Berau, BPBD Peringatkan Waspadai Potensi Tanah Longsor Selama Musim Hujan

Hanya Kampung Bohe Bukut dan Payungpayung yang memiliki sumber air tawar.

Sementara dua kampung yakni Bohe Silian dan Teluk Alulu sama sekali tidak memiliki sumber air tawar.

Sehingga warga mengandalkan air hujan dan Sea Water Reverse Osmosis ( SWRO ) atau unit sistem desalinasi untuk mengubah air laut menjadi air tawar .

Di negara maju dan berkembang sudah banyak yang menggunakan SWRO.

Namun sayangnya, SWRO yang ada di Pulau Maratua, menurut Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Saipul Rahman, masih sangat rendah.

“SWRO di Pulau Maratua hanya menghasilkan air sebanyak 2,5 liter per detik.

Halaman
1234
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved