BBM Satu Harga Ujoh Bilang Hingga Pelosok Mahulu, Asa Memutus Tingginya Biaya Transportasi

SPBU di daerah ibukota Kabupaten Mahakam Ulu atau Mahulu, Kalimantan Timur, menjadi pertanda baik dalam songsong kehidupan ekonomi yang cerah.

BBM Satu Harga Ujoh Bilang Hingga Pelosok Mahulu, Asa Memutus Tingginya Biaya Transportasi
Tribunkaltim.co/Budi Susilo
Keberadaan SPBU BBM satu harga di pinggiran Daerah Aliran Sungai Mahakam di kawasan Kecamatan Long Pahangai dan di daerah Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (27/11/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG – Kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di daerah ibukota Kabupaten Mahakam Ulu atau Mahulu, Kalimantan Timur, menjadi pertanda baik dalam songsong kehidupan ekonomi yang lebih cerah.

Belum lama ini Pertamina persembahkan Bahan Bakar Minyak atau BBM satu harga untuk masyarakat di Mahakam Ulu, yang merupakan kawasan terjauh, di daerah dekat perbatasan dengan negara Malaysia.

Satu hal harapannya, masyarakat di daerah terluar dan terpencil bisa mudah mendapatkan bahan bakar yang terjangkau, sama halnya dengan di daerah perkotaan seperti di Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Untuk itulah Pertamina menghadirkan SPBU di Mahakam Ulu, Kampung Ujoh Bilang, BBM satu harga, sebagai akses bagi masyarakat mendapatkan bahan bakar secara mudah dan hemat, tidak dua kali lipat harganya.

Hal ini disampaikan Kepala Kampung Ujoh Bilang, Selvanus Lakeq Lakin kepada Tribunkaltim.co pada Sabtu (10/8/2019) lalu.

Keberadaan SPBU di Ujoh Bilang memberi banyak keuntungan bagi warga masyarakat di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Jamin Keamanan, Kapolda Minta Warga Tak Eksodus dari Wamena, SPBU Kembali Beroperasi Pascakerusuhan

Penerapan BBM satu harga menjadi semacam hadiah terpenting dari Pertamina dalam mengangkat derajat kehidupan ekonomi masyarakat di Mahakam Ulu yang selama ini kesannya hidup dalam terpencil.

“Sudah banyak yang tahu, apa saja harga-harga yang ada di Mahakam Ulu itu sangat mahal,” ujarnya.

Wajar saja, seperti halnya pasokan kebutuhan pangan paling banyak didatangkan dari luar daerah, seperti halnya dari Kabupaten Kutai Barat dan yang terjauh dari Samarinda dan Balikpapan.

Maka tidak heran, barang begitu tiba di Mahakam Ulu jadi lebih mahal.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved