Deteksi Gejala Konflik di Kalimantara Utara, Pemprov Kaltara Gandeng Aparat Intelejen Daerah

Deteksi Gejala Konflik di Kalimantara Utara, Pemprov Kaltara Gandeng Aparat Intelejen Daerah

Deteksi Gejala Konflik di Kalimantara Utara, Pemprov Kaltara Gandeng Aparat Intelejen Daerah
TRIBUNKALTIM.CO/ FACHRI R
Kepala Badan Kesbangpol provinsi Kalimantan Utara, Basiran saat ditemui Tribunkaltim.co, Senin (14/10/2019) di kantornya. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Deteksi Gejala Konflik di Kalimantara Utara, Pemprov Kaltara Gandeng Aparat Intelejen Daerah

Potensi konflik di Kaltara masih bisa terjadi.

Namun beruntung pemerintah dan kepolisian serta instansi vertikal lainnya bisa bersinergi meminimalisir potensi konflik agar tak timbul beberapa tahun belakangan ini.

Menantu Hendropriyono Jabat KSAD, Menantu Luhut Pandjaitan juga tak Kalah Punya Jabatan Mentereng

Sulli Ditemukan Meninggal Bunuh Diri, Ini Foto-foto Evakuasi Jenazah eks Member f(x) di Rumahnya

"Hal ini (sinergi) tak segampang berkata-kata atau pidato.

Itu harus dilaksanakan benar semua komponen masyarakat dan pemerintah, berikut stakeholder lainnya," kata Kepala Kesbangpol Kaltara, Basiran.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku bekerjasama dengan aparat intelejen daerah untuk mendeteksi gejala-gejala potensi konflik di Kaltara.

Masih Basiran, menurutnya konflik di Indonesia kuat disebabkan oleh berita bohong atau hoaks di media sosial.

Pihak-pihak tak bertanggungjawab acap kali menjadikan medsos sebagai tempat 'gorengan' hoaks serta ujaran kebencian.

"Mengantisipasinya, salah satu cara pemda melalui Diskominfo, selalu melakukan patroli terhadap akun medsos yang memberikan konten hoaks dan ujaran kebencian.

Ini penting, jangan sampai berita yang isinya nuansa kebencian disebarkan terus menerus. Langsung dihentikan," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved