Berita Pemkot Tarakan

Dorong Pengelolaan Lebih Baik, Pemkot Tarakan Latih Para Pemandu Wisata Kuliner dan Belanja

peserta dari pelaku usaha kuliner Bangayo, Pantai Amal, Himpunan Pariwisata Indonesia, Saka Pariwisata, dan Pokdarwis Bangayo.

Dorong Pengelolaan Lebih Baik, Pemkot Tarakan Latih Para Pemandu Wisata Kuliner dan Belanja
HUMAS DAN PROTOKOL PEMKOT TARAKAN
Walikota Tarakan Khairul membuka Pelatihan Pemandu Wisata Kuliner dan Belanja, Selasa (15/10/2019) di Hotel Galaxy Tarakan. 

TARAKAN - Guna meningkatkan pelayanan pariwisata di Kota Tarakan, Pemkot Tarakan melalui Dinas Pawisata menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Kuliner dan Belanja, Selasa (15/10/2019) di Hotel Galaxy.

Pelatihan Pemandu Wisata Kuliner dan Belanja dibuka langsung oleh Walikota Tarakan Khairul dan dihadiri peserta dari pelaku usaha kuliner Bangayo, Pantai Amal, Himpunan Pariwisata Indonesia, Saka Pariwisata, dan Pokdarwis Bangayo.

Khairul menungkapkan, sudah sepatutnya Pemkot Tarakan bersyukur bahwa dukungan Pemerintah Pusat dalam membangun pariwisata juga terus berlanjut, dengan didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non fisik Dana Pelayanan Kepariwisataan Tahun Anggaran 2019.

"Dukungan ini sangat positif dan tentunya Pemerintah Kota Tarakan berharap agar program-program pemerintah pusat yang dilaksanakan di Kota Tarakan juga dapat senantiasa selaras dengan visi terwujudnya Tarakan sebagai kota maju dan sejahtera melalui smart city," ucapnya.

Khairul mengatakan, Pemerintah Kota Tarakan menyadari sepenuhnya, bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu potensi besar yang harus dikelola dengan baik di Kota Tarakan.

"Mempertimbangkan hal tersebut, maka salah satu misi yang diangkat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2019-2024, yaitu Mengembangkan Ekonomi Daerah Yang Berorientasi Kepada Kepentingan Rakyat (Ekonomi Pro Rakyat) Melalui Sektor Perdagangan, Jasa, Industri, Pariwisata, dan Pertanian Dalam Arti Luas," ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, kata Khairul, Pemerintah Kota Tarakan terus mendorong upaya untuk memaksimalkan potensi tersebut, guna menjadikan sektor pariwisata menjadi sektor yang benar-benar dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus tentu saja untuk memaksimalkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

"Mengelola bisnis pariwisata tentu memerlukan keahlian tersendiri. Ketika memutuskan terjun ke wisata kuliner dan belanja, maka pelaku usaha tersebut terjun secara otomatis terjun ke bisnis hospitality, yaitu bisnis yang berhubungan dengan keramahtamahan dalam melayani tamu," ujarnya.

Orang nomor satu di Tarakan mengatakan, semakin tamu merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan, maka semakin besar juga peluang wisatawan untuk semakin membelanjakan uangnya lebih besar, datang secara berulang, dan yang tidak kalah pentingnya yaitu wisatawan berpotensi besar memberikan review yang positif terhadap obyek yang dikunjunginya.

"Saya berharap, kiranya melalui pelatihan yang dilaksanakan pada hari ini, mampu memberikan dampak pada peningkatan keterampilan dan keramahtamahan para pemandu dan pelaku usaha. Saya meminta kepada segenap peserta untuk dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, Bapak dan Ibu sekalian adalah garda terdepan dalam penyajian wisata kuliner dan belanja di Kota Tarakan," ungkapnya.(advetorial/jnh)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved