Merapat ke Jokowi, Rocky Gerung Ucapkan Kalimat Tak Pantas ke Prabowo Subianto dan Indonesia

Merapat ke Jokowi, Rocky Gerung ucapkan kalimat tak pantas ke Prabowo Subianto dan Indonesia.

Merapat ke Jokowi, Rocky Gerung Ucapkan Kalimat Tak Pantas ke Prabowo Subianto dan Indonesia
Kolase/youtube/KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Rocky Gerung, Prabowo Subianto dan Jokowi 

Rocky Gerung tanpa ragu pun melayangkan sindiran kerasnya kepada Prabowo Subianto yang dulu pernah dibelanya.

Pasca pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto digelar, Rocky Gerung menyampaikan tanggapan keras.

Kala itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, hubungannya dengan Presiden Joko Widodo sangat baik, bahkan mesra.

Dia juga mengatakan, banyak yang tidak suka dengan kedekatannya itu.

"Hubungan saya baik, bisa dikatakan mesra ya Pak," ujar Prabowo dalam jumpa pers bersama Jokowi di Istana, Jakarta, Jumat (11/10/2019), dikutip dari Tribunnews Bogor.

Jokowi langsung mengatakan, "sangat mesra".

Prabowo kemudian menambahkan, "banyak yang enggak suka mungkin ya," sambil tertawa.

Prabowo pun menegaskan siap membantu pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin apabila diperlukan.

"Saya sampaikan ke beliau, kalaupun kami diperlukan (di pemerintahan), kami siap membantu," ujar Prabowo Subianto.

Mengetahui kemesraan tersebut, Rocky Gerung pun sinis.

Dalam tayangan di channel realita tv berjudul "Kado Pelantikan Jokowi" pada Senin (14/10/2019), Rocky Gerung tampak mengurai pandangannya soal oposisi.

Menurut Rocky Gerung, oposisi seharusnya tetap berada di luar kekuasaan.

"Kadangkala kita musti menganggap bahwa keadaan harus sampai berantakan baru orang bisa mengerti bagaimana cara bernegara yang baik.

Kehidupan negara diatur oleh undang-undang.

Etika politik diatur oleh moral publik.

Oposisi ya di luar aja, ngapain !" ungkap Rocky Gerung dikutip TribunnewsBogor.com.

Lebih lanjut, Rocky Gerung pun mengurai maksudnya secara jelas.

Dengan nada serius, Rocky Gerung meminta kepada pendukung Jokowi agar memarahi sosok Prabowo Subianto.

Tak hanya itu, Rocky Gerung juga meminta kepada para pendukung Jokowi untuk mengusir Prabowo Subianto dari kubu mereka.

"Jadi saya dorong supaya cebong-cebong ini marahin Pak Prabowo itu, atau usir Pak Prabowo dari situ.

Karena tetap ada problem itu secara etis.

Saya cuma usulkan, semacam jalan keluar," pungkas Rocky Gerung tegas.

Lebih lanjut, Rocky Gerung pun mengurai alasannya khawatir dengan tingkah oposisi yang kini justru hendak merapat ke pemerintahan.

Rocky Gerung mengaku khawatir jika nantinya negara ini mengalami krisis politik.

Sebab, jika oposisi bergabung ke pemerintahan, nantinya tak ada lagi yang bisa memberikan alternatif atau pandangan lain di luar kekuasaan.

"Supaya kalau terjadi krisis politik, ada oposisi yang menyiapkan alternatif program.

Kalau sekarang enggak ada alternatif, mau dipimpin sama siapa ?

Jadi nanti anak STM berhak untuk duduk jadi anggota DPR.

Mahasiswa akan bikin parlemen jalanan," ujar Rocky Gerung.

Pernyataan Rocky Gerung itu lantas ditanggapi oleh sang pembawa acara yakni Rahma Sarita.

Yaitu soal bagaimana perasaan Rocky Gerung pasca Prabowo Subianto akan bergabung ke pemerintahan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Rocky Gerung mengaku menyesal.

"Jadi Kak Rocky menyesalkan Prabowo gabung ?" tanya Rahma Sarita.

"Iya saya menyesalkan, saya ngerti pertimbangan pragmatisnya.

Tapi dari segi political etis yang saya pahami, itu justru membuat susah nanti kalau terjadi social unrest atau krisis di dalam kekuasaan," jawab Rocky Gerung. (*)

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved