Kronologi Kasus Walikota Medan Kena OTT KPK, Plesiran ke Jepang Berujung Utang lalu Palak Anak Buah

Terungkap kronologi kasus Walikota Medan Dzulmi Eldin yang kena OTT KPK. Berawal dari plesiran ke Jepang berujung utang lalu palak anak buah sendiri.

Kronologi Kasus Walikota Medan Kena OTT KPK, Plesiran ke Jepang Berujung Utang lalu Palak Anak Buah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Walikota Medan, Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari. KPK resmi menahan tiga orang tersangka yakni Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, Kepala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar, dan Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari sebagai penyuap terkait dugaan suap perjalanan dinas. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO - Terungkap kronologi kasus Walikota Medan Dzulmi Eldin yang kena OTT KPK. Berawal dari plesiran ke Jepang berujung utang lalu palak anak buah sendiri.

Walikota Medan Dzulmi Eldin diduga hendak menggunakan uang setoran sebesar Rp 250 juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Medan Isa Ansyari untuk menutupi biaya nonbudget perjalanan dinasnya ke Jepang.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers, Rabu (16/10/2019).

Mengenal 3 Walikota Medan yang Ditangkap KPK, 2 di Antaranya Ternyata Pernah Maju Sepaket di Pilkada

10 Hari Setelah Salami dan Puji Pimpinan KPK, Walikota Medan Dzulmi Eldin Malah Kena OTT

Walikota Medan yang Kena OTT KPK dan Menantu Jokowi Sempat Daftar Nasdem, Tapi Begini Keputusannya

Pengusaha Asal Bontang yang Terjerat OTT KPK di Kaltim Dikenal Dermawan, Ini Kesaksian Karyawannya

Saut memaparkan, Dzulmi Eldin dan beberapa kepala dinasnya memang melakukan perjalanan dinas ke Jepang pada Juli 2019.

"Perjalanan dinas ini dalam rangka kerja sama sister city antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Jepang," kata Saut Situmorang.

Dalam perjalanan dinas itu, Dzulmi Eldin rupanya turut membawa serta istri, dua orang anak dan beberapa orang lain yang tidak berkepentingan.

Bahkan, Dzulmi Eldin beserta rombongan pribadinya tersebut memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari.

Perpanjangan waktu ini di luar masa dinas Walikota Medan.

Rombongan pribadi Dzulmi tetap didampingi Kepala Bagian Protokoler Syamsul Fitri Siregar.

Saut menjelaskan, akibat turut sertanya rombongan pribadi yang tidak berkepentingan, muncullah pengeluaran perjalanan dinas yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, bahkan tidak dapat dibayar menggunakan dana APBD.

Halaman
1234
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved