Kronologi Kasus Walikota Medan Kena OTT KPK, Plesiran ke Jepang Berujung Utang lalu Palak Anak Buah

Terungkap kronologi kasus Walikota Medan Dzulmi Eldin yang kena OTT KPK. Berawal dari plesiran ke Jepang berujung utang lalu palak anak buah sendiri.

Kronologi Kasus Walikota Medan Kena OTT KPK, Plesiran ke Jepang Berujung Utang lalu Palak Anak Buah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Walikota Medan, Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari. KPK resmi menahan tiga orang tersangka yakni Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, Kepala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar, dan Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari sebagai penyuap terkait dugaan suap perjalanan dinas. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

"Pihak tour and travel kemudian menagih sejumlah pembayaran tersebut kepada DE (Dzulmi)," lanjut Saut.

Dzulmi pun memerintahkan Syamsul mencari dana untuk menutupi ekses dana nonbudget perjalanan ke Jepang itu yang nilainya mencapai Rp 800 juta.

Syamsul kemudian membuat daftar kepala dinas yang akan dimintai kutipan.

Tidak hanya yang turut berangkat ke Jepang, kepala dinas yang tidak ikut pun dimintai uang.

Syamsul sempat berkoordinasi dengan salah satu ajudan Dzulmi bernama Aidiel Putra Pratama tentang kebutuhan dana tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Medan Isa Ansyari adalah salah satu kepala dinas yang turut terkena kutipan sang Walikota Medan.

Ia tidak ikut berangkat ke Jepang. Namun, Isa merasa berhutang budi kepada Dzulmi karena diangkat ke jabatan yang sekarang diembannya.

"Di dalam daftar tersebut, IAN (Isa) juga ditargetkan untuk memberikan dana sebesar Rp 250 juta," ujar Saut Situmorang.

Pengiriman Uang

Pada tanggal 13 Oktober 2019 tepatnya, Syamsul menghubungi Isa.

Halaman
1234
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved