Kronologi Kasus Walikota Medan Kena OTT KPK, Plesiran ke Jepang Berujung Utang lalu Palak Anak Buah

Terungkap kronologi kasus Walikota Medan Dzulmi Eldin yang kena OTT KPK. Berawal dari plesiran ke Jepang berujung utang lalu palak anak buah sendiri.

Kronologi Kasus Walikota Medan Kena OTT KPK, Plesiran ke Jepang Berujung Utang lalu Palak Anak Buah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Walikota Medan, Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari. KPK resmi menahan tiga orang tersangka yakni Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, Kepala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar, dan Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari sebagai penyuap terkait dugaan suap perjalanan dinas. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Tanpa sadar, penyidik KPK telah memantau seluruh aktivitas tersebut.

Seusai Andika mengambil uang itu, mobil penyidik KPK sempat berhasil menghentikan laju mobil yang dikemudikan Andika.

Penyidik pun turun dari mobil dan menghampiri Andika.

Petugas menyampaikan bahwa mereka berasal dari KPK sambil menunjukkan kartu identitas.

Namun, Andika bergeming.

Ia tidak mau turun dari mobilnya.

Ia justru memundurkan mobil, kemudian memacunya dengan kecepatan tinggi hingga nyaris menabrak para penyidik KPK.

Dua orang penyidik KPK selamat karena langsung lompat untuk menghindari kecelakaan.

"Tim KPK tidak berhasil mengamankan Andika. Dia kabur setelah berusaha menabrak tim yang bertugas di lapangan," kata Saut.

4 Fakta Walikota Medan Dzulmi Eldin yang Kena OTT KPK, Pernah Disemprot Jokowi

Walikota Medan Dzulmi Eldin Rival di Partai NasDem Kena OTT KPK, Langkah Menantu Jokowi Lebih Mulus?

Sosok Purnawirawan TNI Ini Bayar Rp 25 Juta untuk Memata-matai Wiranto, Tapi Berdamai di RSPAD

BREAKING NEWS Situasi Penajam Terkini Menegangkan, Sekelompok Orang Bawa Sajam Kumpul di Pelabuhan

Alhasil, Andika juga membawa kabur uang Rp 50 juta yang rencananya diberikan kepada Dzulmi Eldin.

Meski demikian, penyidik berhasil menyita uang Rp 200 juta setoran Isa kepada Dzulmi Eldin.

Penyidik juga berhasil mengamankan mereka.

Dalam perkara ini sendiri, KPK menetapkan tiga orang tersangka.

Selain Walikota Medan Dzulmi Eldin, KPK menjerat Isa dan Syamsul.

KPK sekaligus meminta Andika untuk kooperatif dengan menyerahkan diri ke KPK dan membawa uang Rp 50 juta tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Walkot Medan 'Palak' Anak Buah demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang", https://nasional.kompas.com/read/2019/10/17/07445841/walkot-medan-palak-anak-buah-demi-tutupi-biaya-perjalanan-ke-jepang?
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved