Profil Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto Lewatkan Suasana Ultah ke 54-nya di Penajam Kaltim

Profil Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto lewatkan suasana ultah ke 54-nya di Penajam Paser Utara demi kondusifitas

Profil Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto Lewatkan Suasana Ultah ke 54-nya di Penajam Kaltim
Tribunkaltim.co/HO Pendam VI Mulawarman
Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto beserta Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto meninjau langsung bangunan rumah warga yang rusak akibat kerusuhan. 

Hal ini untuk menghindari isu-isu yang berkembang di luar, yang tidak tahu situasi di Penajam Paser Utara sudah kondusif, namun masih berupaya datang.

"Kita melakukan penyekatan, razia-razia di dua lokasi penyekatan itu," tambahnya.

Kapolda Kaltim menambahkan, anggota Polri juga melakukan patroli skala besar bersama unsur TNI untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Tempat-tempat lain dilakukan ekstra pengamanan, yakni lokasi kebakaran serta pengungsian.

Personel di lapangan yang diturunkan dari Bantuan Kendali Operasi (BKO) Mabes Polri berjumlah 6 Satuan Setingkat Kompi (SSK).

Dari Polda Kaltim dan Polres Penajam Paser Utara sebanyak 5 SSK.

Ditambah Kodam VI Mulawarman menurunkan 4 SSK.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mem-backup pengamanan di Penajam Paser Utara.

"Saya berharap pemberitaan-pemberitaan di luar, media sosial yang sifatnya provokatif tidak perlu dipercaya.

Situasi sudah kondusif, tinggal kita melakukan pendekatan dengan beberapa pihak supaya ada kesepakatan damai," tandasnya.

Tak Ada Bentrok

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud atau AGM menegaskan, bahwa keributan yang terjadi pada Rabu (16/10) siang kemarin bukan bentrok.

Tidak ada gesekan antar massa yang datang dari wilayah Paser dengan warga Kelurahan Penajam.

Bupati yang kerap disapa AGM ini mengatakan kondisi yang sempat memanas kemarin, ditengarai karena kesalahpahaman.

Hal tersebut dipicu kejadian di Pantai Nipah-Nipah, Rabu (9/10) lalu, yang mengakibatkan dua orang pelajar SMK Pelita Gamma terkena tusukan senjata tajam.

Satu di antaranya meninggal dunia, adalah Ch (19), warga Desa Muara Toyu, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser.

Pihak korban meninggal dunia menduga tersangka tidak diproses secara hukum sebagaimana mestinya.

Itulah asal muasal aksi demonstrasi.

Padahal, saat malam kejadian, polisi langsung meringkus dan menahan semua pelaku.

"Kemarin di Penajam aman, damai, hanya ada aksi unjuk rasa.

Namun kebetulan terjadi kebakaran.

Kemarin massa aksi ada di tengah-tengah pelabuhan feri, tidak tahunya ada muncul api.

Dari situ suasana tidak kondusif," katanya meluruskan, Kamis (17/10).

Api diduga muncul pertama kali dari pelabuhan klotok.

AGM menegaskan tidak terjadi bentrok antara warga satu dengan warga lainnya.

Kemarin, Bupati AGM bersama Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional mengunjungi rumah keluarga korban meninggal.

Tujuannya untuk meredam isu yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Pemkab Penajam Paser Utara sudah berkoordinasi dengan Kapolda Kaltim dan Pangdam VI Mulawarman untuk mencari tahu dan memproses oknum tangan nakal di media sosial.

"Kadang dia upload di media sosial, tidak tahu duduk masalah, lalu menjadi pemicu masalah untuk yang lainnya, tersulut emosinya.

Padahal upload-an itu tidak benar," tambahnya.

Salah satu penyebab semakin memanasnya situasi, kata AGM karena 'kompor' dari media.

"Media ini membuat judul, seakan-akan kami di sini tidak aman.

Padahal, Alhamdulillah saat ini kita aman.

Pegawai masih bisa berkantor, anak-anak masih bisa sekolah," tambahnya.

AGM berpesan kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan.

Sebelum aksi demo kemarin, sehari sebelumnya sudah dilaksanakan silaturahmi seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi masyarakat dan organisasi pemuda untuk bersama menjaga perdamaian.

Dan mereka sepakat.

"Di Penajam Paser Utara, sebenarnya tidak ada apa-apa.

Namun karena isu yang beredar, kita kecolongan.

Kalau untuk kondusif, saya menjamin Penajam Paser Utara kondusif," katanya tegas.

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Budi Susilo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved