Soal Komentar Liar hingga Nyinyir Bermunculan Usai Wiranto Ditusuk, Sosiolog Ini Juga Salahkan RSPAD

Sejumlah unggahan bermunculan di medis sosial usai Menkopolhukam Wiranto ditusuk di saat menggelar kunjungan kerja di Pandeglang.

Soal Komentar Liar hingga Nyinyir Bermunculan Usai Wiranto Ditusuk, Sosiolog Ini Juga Salahkan RSPAD
Facebook
ini postingan istri dandim kendari yang berakibat sang suami dicopot 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah unggahan bermunculan di medis sosial usai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan ( Menkopolhukam) Wiranto ditusuk di saat menggelar kunjungan kerja di Pandeglang.

Ada yang mengecam aksi terorisme tersebut tetapi ada juga yang nyinyir dengan aksi penusukan Wiranto.

Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo menganggap banyaknya persepsi liar di publik dan juga nyinyirnya publik di internet akibat dari keterlambatan informasi kredibel.

 Kabar Buruk Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Orang Nomor 1 di Polisi Ditimpa Musibah, di Palembang

 Setelah Pukul Anggota TNI Yonzipur Hingga Berdarah, Preman Tantang Polisi Tembak Kepalanya

 Akui Prabowo Cerdas, Rocky Gerung: Masuk Kabinet, Jadi Orang Kedua di Pemerintahan Secara Politik

 Harta Kekayaan Mulan Jameela Ternyata Rp 15 M, Lebih Besar dari Desy Ratnasari, Ini Rinciannya

“Saya melihat disini ada keterlambatan fakta-fakta objektif dikemukakan ke publik sehingga ada ruang orang memberi makna sesuai selera,” kata Imam di acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (14/10/2019).

Menurutnya, seandainya saja tim dokter RSPAD Gatot Subroto saat itu langsung menyampaikan fakta kondisi fisik Wiranto pasti opini liar publik dapat dibendung.

“Oleh karena itu fenomena post truth bisa muncul karena makna-makna liar tidak terbendung oleh penjelasan kredibel dari fakta tersebut,” kata Imam.

Apalagi kata Imam, melihat kondisi sosial Indonesia memiliki berbagai latar belakang ideologi politik berbeda-beda.

Sehingga tafsir-tafsir liar itu bisa saja segera diciptakan oleh orang-orang yang berbeda pendapat terkait terorisme.

“Tafsir dimaknai orang-orang tertentu tidak berdasarkan fakta tetapi berdasarkan harapan misalnya dia ingin kejadian ini sesuatu yang direkayasa, ruang kosong itu membuat orang-orang ini leluasa,” jelas Imam.

Menurut Imam, penjelasan Presiden sekalipun tidak dapat dianggap masyarakat sebagai informasi kredibel. Mengingat posisi Presiden masih dianggap sebagai posisi politis.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved