Breaking News:

Jelang Pelantikan Presiden, Penjahit Jas Jokowi Beberkan Ongkos Pembuatan Pakaian Suami Iriana

Jelang Pelantikan Presiden, Penjahit Jas Jokowi Beberkan Ongkos Pembuatan Pakaian Suami Iriana.

Tribunnews/Haerudin
Presiden Joko Widodo 

Sejak tujuh tahun lalu, menjadi penjahit Jokowi tak ada perubahan berat badan atau pun besaran ukuran untuk pakaian dan celana.

"Sama saja ya karena bisa dilihat dari incinya. Malahan lebih kecil. Kalau celana sama saja. Kalau kemeja lebih langsing. Kalau dulu kan bikin gombrong. Sekarang jadi kurang 1 cm, dari yang lama," kata dia.

"Postur tubuhnya sama, badannya tidak ada yang berubah. Memang langsing. Kalau sampai sekarang dari 2012 tidak ada perubahan ya. Dia 81-82, kalau lingkar celana 31 inci, tidak berubah dari 2012," ucap Rusman.

Pada pertemuan itu, Jokowi tak banyak bicara. Rusman pun ke Istana Bogor hanya untuk mengukur badan Jokowi.

"Tidak banyak ngomong dia (Jokowi) he-he, kan' cuma jahit saja," tutur Rusman.

Setiap bulan, kata Rusman, pihak Istana memintanya untuk menjahitkan empat batik, empat kemeja putih, dan dua celana bahan. Sejak masa kampanye pemilihan presiden 2019, Jokowi meminta ukurannya tak lagi begi atau longgar.

Namun, meminta agar dibuat lebih slim atau pas di badan. Termasuk pada bulan ini, bertepatan dengan pelantikan 20 Oktober mendatang.

"Permintaan khususnya ya dibuat agak slim. Waktu itu siang di Istana Bogor. Sejak saat itu Pak Jokowi meminta agar ukuran dibuat agak slim. Kalau dulu begi, sekarang seluruhnya agak slim. Kalau dulu Pak Jokowi masih begi, kesempitan tidak enak, mungkin dulu nyaman gitu," kata Rusman.

Tapi sampai saat ini, Rusman belum menerima pesanan untuk menjahitkan jas Jokowi yang akan digunakan pada pelantikan,

"Sampai saat ini, tidak ada orderan jas. Mungkin pakai jas lama," ujar Rusman.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved