Ledakan Bom di Masjid Afganistan saat Salat Jumat Tewaskan 62 Orang, Korban Masih bisa Bertambah

Ledakan bom di masjid Afganistan saat salat jumat tewaskan 62 orang, korban masih bisa bertambah

Ledakan Bom di Masjid  Afganistan saat Salat Jumat Tewaskan 62 Orang, Korban Masih bisa Bertambah
(AFP/SHAH MARAI)
Ilustrasi-Ledakan bom di kawasan diplomatik di Kota Kabul, Afganistan. Ledakan bom kembali terjadi di salah satu masjid pada, Jumat (18/10/2019) lalu 

TRIBUNKALTIM.CO-Ledakan Bom di masjid Afganistan saat salat Jumat tewaskan 62 orang, korban masih bisa bertambah

Sebuah masjid di Afghanistan menjadi sasaran ledakan bom pada Jumat (18/10/2019).

Akibat ledakan di masjid di distrik Haska Mina, sekitar 50 kilometer dari Jalalabad, ibu kota provinsi Nangarhar, jumlah korban terus bertambah.

Tercatat sedikitnya 62 orang yang menjadi korban tewas  dan sekitar 33 orang mengalami luka-luka. Banyaknya korban tewas  ini karena saat kejadian, masjid tersebut penuh dengan jamaah yang sedang menjalankan shalat Jumat.

Juru bicara gubernur provinsi, Attaullah Khogyani, mengatakan, serangan itu menjadi yang paling mematikan kedua tahun ini, sementara belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Bom Milik Dosen IPB Direncanakan Diledakan di Pusat Perbelanjaan, Ingin Batalkan Pelantikan Jokowi

Ledakan di Mako Brimob Srondol, 44 Rumah Warga Rusak, Anak-anak Berlari Sambil Menangis

Bom yang Diamankan dari Dosen IPB Punya Daya Hancur Tinggi, Akibatnya Bisa Fatal Bila Meledak

Bukan Cuma Rancang Aksi, Polisi Ungkap Peran Lain Dosen IPB Abdul Basith yang Simpan 28 Bom Molotov

" Ledakan terjadi akibat bahan peledak yang ditempatkan di dalam masjid," kata Khogyani, meski sumber lain membantah hal itu.

Taliban, yang membantah terlibat dalam serangan itu, mengatakan bahwa kemungkinan ledakan disebagai oleh serangan mortir.

Melalui juru bicaranya, kelompok gerilyawan garis keras itu turut dengan tegas mengecam aksi serangan itu dan menyebutnya sebagai tindak "kejahatan besar".

Sementara kelompok teroris ISIS yang juga aktif di wilayah Nangarhar belum memberikan pernyataan. Seorang saksi mata, mengatakan bahwa atap masjid runtuh setelah terjadinya ledakan.

"Saat itu ada sekitar 350 jamaah di dalam masjid," kata Omar Ghorzang, salah seorang penduduk setempat.

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved