Sudah Kerja 3 Bulan Tim Teknis Polri Belum Ungkap Penyiram Novel Baswedan, Respon Jokowi Kok Begini

Sudah kerja 3 bulan tim teknis Polri belum ungkap penyiram air keras Novel Baswedan, respon Jokowi kok begini

Sudah Kerja 3 Bulan Tim Teknis Polri Belum Ungkap Penyiram Novel Baswedan, Respon Jokowi Kok Begini
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Massa aksi dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi mengenakan topeng Novel Baswedan dalam aksi peringatan dua tahun kasus Novel Baswedan di Jalan Tugu, Kota Malang, Kamis (11/4/2019). Massa aksi menuntut Presiden RI mengevaluasi kinerja kepolisian dalam kasus penyidikan dugaan pembunuhan terhadap Novel Baswedan dan mengutuk segala bentuk teror terhadap penjuang anti korupsi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sudah kerja 3 bulan tim teknis Polri belum ungkap penyiram Novel Baswedan, respon Jokowi kok begini.

Tugas tim teknis bentukan Polri belum kunjung mengungkap sosok penyiram air keras pada penyidik KPK, Novel Baswedan.

Padahal, Presiden Joko Widodo hanya memmberikan tenggat waktu 3 bulan pada Tim Khusus untuk mengungkap pelaku penyiram air keras ke Novel Baswedan.

 Catat Tahapan Pendaftaran CPNS 2019, Mulai Oktober Ini, BKN Siapkan 197.111 Ribu Formasi

 Sulit Klarifikasi, UIN Suska Riau Laporkan Ustadz Abdul Somad, Sohib Prabowo ke Kementrian Agama

 Setelah Pukul Anggota TNI Yonzipur Hingga Berdarah, Preman Tantang Polisi Tembak Kepalanya

Presiden Joko Widodo tak menjawab pertanyaan soal kelanjutan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Jokowi lebih memilih merespons pertanyaan seputar penyusunan kabinet jilid II.

Hal itu terjadi setelah Jokowi bersilaturahim dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Awalnya, Jokowi menjelaskan kepada awak media mengenai acara silaturahim yang baru saja digelar.

Kemudian, Jokowi menjawab soal evaluasi kerja selama lima tahun ini.

Pertanyaan lalu berlanjut ke soal pengumuman kabinet baru.

Jokowi meminta semua pihak bersabar.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved