Tugas Tim Polri Ungkap Penyiraman Penyidik KPK Novel Baswedan Habis, Jokowi Diminta Bentuk TGPF

Tugas Tim Polri Ungkap Penyiraman Penyidik KPK Novel Baswedan Habis, Jokowi Diminta Bentuk TGPF

Tugas Tim Polri Ungkap Penyiraman Penyidik KPK  Novel Baswedan Habis, Jokowi Diminta Bentuk TGPF
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Massa aksi dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi mengenakan topeng Novel Baswedan dalam aksi peringatan dua tahun kasus Novel Baswedan di Jalan Tugu, Kota Malang, Kamis (11/4/2019). Massa aksi menuntut Presiden RI mengevaluasi kinerja kepolisian dalam kasus penyidikan dugaan pembunuhan terhadap Novel Baswedan dan mengutuk segala bentuk teror terhadap penjuang anti korupsi. 

TRIBUNKALTIM.CO-Tugas tim Polri ungkap penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan h-abis, Jokowi fiminta Bentuk TGPF

Tim Teknis Polri yang diberikan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan sampai sekarang belum membuahkan hasil.

Padahal mereka diberikan tugas sejak 11 April lalu dan tugas tim ini akan berakhir pada 19 Oktober 2019 atau hari ini, Sabtu.

Belum adanya hasil dari tim ini, membuat Tim Advokasi Novel Baswedan mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang bersifat independen.

Sudah Kerja 3 Bulan Tim Teknis Polri Belum Ungkap Penyiram Novel Baswedan, Respon Jokowi Kok Begini

Tenggat 3 Bulan Kapolri Soal Novel Baswedan Habis Besok, Moeldoko Ungkap yang Akan Dilakukan Jokowi 

Setelah Diresmikan, Ini yang Telah Dilakukan Tim Teknis Polri untuk Pecahkan Kasus Novel Baswedan

Menurut anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa, Jumat (18/10/2019) mengatakan, untuk mengungkap kasus ini harus keluar keluar dari jalur yang tradisional dan harus dibentuk TGPF yang dibentuk secara independen. 

Permintaan pembentukan TGPF itu telah disampaikan kepada Presiden Jokowi lewat surat yang diserahkan Tim Advokasi Novel kepada Kementerian Sekretaris Negara.

Anggota Tim Advokasi Novel Baswedan lainnya, Muhammad Isnur mengatakan Jokowi harus berani mengambil langkah untuk mengevaluasi kerja Tito dalam mengusut kasus air keras Novel ini.

Pasalnya, sudah dua tahun lebih pihak kepolisian belum juga berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras.

"Harus dievaluasi bila Pak Kapolri tidak sanggup mengungkap kasus Novel, masa didiamkan saja pejabat yang tidak sanggup mengungkapkan," kata Isnur.

Isnur mengatakan, menjelang akhir jabatan periode kedua dan memasuki periode kedua, Jokowi harus berani mengungkap pelaku dan otak penyiraman air keras terhadap Novel. Ia meminta Jokowi tak berlarut-larut dengan kembali memberikan tenggat waktu kepada Polri.

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved