LDC Indonesia 4

Membangun Toilet, Sumur Bor hingga Semenisasi Halaman Sekolah di SD Negeri 004 Penajam

LDC Indonesia melakukan empat hal penting yaitu pelatihan guru, peningkatan fasilitas sekolah, fokus grup orangtua, dan pendekatan dengan murid.

Membangun Toilet, Sumur Bor hingga Semenisasi Halaman Sekolah di SD Negeri 004 Penajam
Tribun Kaltim
LDC Indonesia meningkatkan fasilitas di SD Negeri 004 Penajam salah satunya berupa penambahan toilet murid dan pembangunan sumur bor. 

TRIBUNKALTIM.CO - Selain di Bandar Lampung, LDC Indonesia juga memiliki pabrik dan kilang di Kelurahan Kariangau, Balikpapan. Beragam produk dari sini dijual ke pasar ekspor. Bersamaan waktu, dikembangkan pula program sekolah masa depan di salahsatu sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Jumat (20/9/2019) pagi, rombongan jurnalis didampingi Priscilla Teo Regional LDC Corporate Communications Manager dan General Manager (GM) LDC East Indonesia Erwin Sitinjak, bertolak dari Balikpapan menuju Sekolah Dasar (SD) Negeri 004 Penajam di Jl Mulawarman Kelurahan Pantai Lango, Kabupaten PPU.

Ratusan murid SD didampingi Kepala Sekolah Siti Ratna dan para guru serta Pengawas SD Dinas Pendidikan Kabupaten PPU H. Muhammad Yani, menyambut secara khusus di gerbang sekolah yang berlokasi di pinggir pantai.

Menurut Pricilla Teo, SD Negeri 004 Penajam merupakan sekolah ketiga dari proyek Sekolah Masa Depan LDC Indonesia, selain di Jakarta dan Bandar Lampung. "Ini proyek peningkatan kapasitas sekolah negeri. LDC Indonesia melakukan empat hal penting di antaranya, pelatihan guru, peningkatan kapasitas fasilitas sekolah, fokus grup dengan orangtua, dan pendekatan dengan murid. LCD Indonesia sangat berkeinginan mencari peluang lain untuk membantu sekolah ini secara berkelanjutan," ujarnya.

Program Sekolah Masa Depan di sekolah ini, jelas Siti Ratna dimulai sejak 2017-2018 lalu hingga sekarang. Bahkan sekolah ini sudah beberapa kali dikunjungi oleh Presiden Direktur LDC Indonesia, Rubens Marques.

Fasilitas sekolah bantuan LDC Indonesia yang telah dibangun yakni pembangunan sumur dalam atau sumur bor, semenisasi halaman sekolah, pembangunan toilet baru dengan empat urinal dan satu bilik tertutup, dan perbaikan tangga dermaga. "Penambahan toilet sangat penting bagi kami. Karena sebelumnya kami hanya miliki satu toilet sedangkan muridnya 250 orang. Begitu pula pembangunan sumur bor. Ini sangat berarti bagi kami dan masyarakat sekitar sini. Bantuan LDC sangat bermanfaat bagi kami. Sebelum miliki sumur bor, kami harus membeli air tangki tiga hari sekali satu tandon seharga Rp 40 ribu. SMP yang ada di dekat SD ini juga mengambil air dari kami," beber Ratna.

Fasilitas lain yang sangat dibutuhkan, lanjut Ratna, yakni pembangunan pagar demi keamanan sekolah. Ratna berharap, ini dapat diwujudkan oleh manajemen LDC Indonesia. "Berkat program Sekolah Masa Depan, sekolah kami telah berubah menjadi lebih baik. Program ini juga menunjukkan kepada kami seberapa besar perusahaan peduli kepada kami, serta membuka jendela bagi kami untuk menggapai dunia yang lebih baik," tambah Ratna.

Selain pembangunan fasilitas fisik, menurut General Manager (GM) LDC East Indonesia Erwin Sitinjak, LDC juga melaksanakan berbagai kegiatan non fisik antara lain pemeriksaan kesehatan ggi murid, sosialisasi cara penggunaan tabung gas LPG secara benar, penghijauan tanaman buah-buahan di sekolah, pemberian tempat sampah, serta mengedukasi murid tentang kelapa sawit dan bisnis palm oil. Program ini dilakukan secara kontinyu.

Dari sekolah, rombongan kembali menggunakan speedboad ke lokasi pabrik dan kilang. Secara detail, Erwin yang didampingi jajaran manajemennya memaparkan tentang progress bisnis LDC East Indonesia.

Untuk pabrik ini, CPO dipasok dari Provinsi Kaltim saja. "Kaltim menghasilkan CPO sekitar 2,7 juta hingga 3 juta ton per tahun. Sementara industri di wilayah Kaltim membutuhkan sekitar 500 ton, berarti masih tersedia surplus yang sangat besar yang bisa dipasok ke Pulau Jawa dan Sumatera," ujarnya.

Perusahaan ini mempekerjakan 107 karyawan yang 80 persen di antaranya merupakan warga Balikpapan. Sisanya dari Samarinda, Makassar, dan wilayah lainnya. Pabrik berkapasitas penyulingan 1.700 ton per hari dan fraksinasi 1.500 ton per hari ini, memproduksi Minyak Kelapa Sawit, Palm Fatty Acid Destillate (PFAD), Olein Kelapa Sawit dan Stearin. "Produk jadi dari pabrik ini diekspor 50-60 persen ke pasar Eropa seperti Spanyol dan Italia. Sisanya ke pasar Afrika, China dan Filipina. Pabriknya berdiri tahun 2013," ucap Erwin.

Mengenai produksi per tahun, keseluruhan produk mencapai 600 ribu metrik ton per tahun. Dengan grafik meningkat setiap tahun. "Produk terbanyak yakni Olein sekitar 400 ribu-500 ribu metrik ton per tahun, tergantung market," tambah Erwin.(selesai)

Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved