LDC Indonesia 3

Program Sekolah Masa Depan di SMA Negeri 1 Batu Brak Siapkan Calon Petani Kopi

Pembelajaran tentang kopi ini merupakan program Sekolah Masa Depan dari Louis Dreyfus Company (LDC). Program ini ditangani oleh We the Teacher.

Program Sekolah Masa Depan di SMA Negeri 1 Batu Brak Siapkan Calon Petani Kopi
Tribun Kaltim
Pelajar SMA Negeri 1 Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Bandar Lampung, berdiskusi tentang pengolahan kopi. Mereka diajari oleh Otik Nawansih, Dosen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung. 

TRIBUNKALTIM.CO - Urusan kopi bukan hanya diseriusi orangtua khususnya petani kopi dan LDC Indonesia. Anak-anak berusia remaja pun sejak dini belajar tentang kopi. Itulah yang terlihat di SMA Negeri 1 Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Bandar Lampung.

Pagi itu, Rabu (18/9/2019), puluhan pelajar sedang berdiskusi kelompok. Mereka membahas soal cara pengolahan kopi dan pelestarian kopi Lampung. Masing-masing kelompok kemudian membacakan hasil diskusinya. Kelas ini sangat spesial karena diajari langsung oleh Otik Nawansih, Dosen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung.

Ini merupakan kali pertama Otik Nawansih mengajar tentang kopi kepada pelajar SMA. Biasanya Otik dipercayakan untuk melatih para petani kopi di Lampung. Bagi Otik, mengajari para pelajar sedini mungkin tentang kopi sangat perlu dilakukan. Alasannya, saat ini cukup mengkhawatirkan minat anak-anak petani kopi untuk meneruskan profesi orang tua mereka. "Anak-anak petani cuek dan pesimis untuk meneruskan profesi orang tua. Semua memilih ke kota lantaran mereka tidak mengetahui potensi kopi sehingga penekanannya lebih pada memotivasi dan memberikan wawasan tentang potensi kopi," ujarnya.

Padahal, lanjut Otik, Lampung merupakan daerah yang terkenal dengan produksi kopi robusta dan luwak. "Robusta Lampung dikenal karena taste beda. Daripada Vietnam lebih diminati Robusta Lampung, sudah ada ciri khas jadi tinggal tingkatkan kualitasnya," tambahnya.

Kali ini, kata Opik, materi yang diajarkan yakni pengetahuan untuk peningkatan produktivitas dan kualitas kopi. "Mereka (pelajar) sudah mulai peduli dan mencocokkan dengan teori yang didapatkan," kata Otik.

Untuk diketahui, pembelajaran khusus tentang kopi ini merupakan program Sekolah Masa Depan dari Louis Dreyfus Company (LDC). Program ini ditangani oleh mitranya, We the Teacher. Menurut Founder We the Teacher, Amanda Witdarmono, pihaknya melakukan survei selama enam bulan sebelum menentukan SMA Negeri 1 Batu Brak menjadi pusat program Sekolah Masa Depan LDC Indonesia. "Selain sekolah, kami juga survei ke industri mengenai apa yang akan diperlukan 5-10 tahun ke depan dan apa yang harus kami siapkan dari sisi pendidikannya. Dengan begitu diketahui apa yang mesti dilakukan oleh petani masa depan," tutur Amanda.

Menurutnya, pengetahuan tentang kopi sangat diperlukan bagi calon petani untuk menambah kemampuan mereka. Wilayah Batu Brak merupakan daerah penghasil kopi yang besar dan terbaik di Lampung. Jadi, harus pastikan mereka bisa hidup layak dari bertani kopi. Untuk itulah, We the Teacher memberikan pelatihan kepada para pelajar SMA berupa pengetahuan industri dan keterampilan pertanian. Materi pelatihan pun berkisar tentang teori penanaman kopi, siklus pertanian kopi dan ekonomi pertanian.

Selain itu, kopi merupakan penggerak perekonomian utama masyarakat Batu Brak karena mayoritas warganya bekerja di perkebunan kopi. Namun, produktivitas pertanian kopi masih belum optimal lantaran budaya pertanian yang cenderung melihat keuntungan jangka pendek.

Muryati, salah seorang pelajar SMA Negeri 1 Batu Brak, Lampung Barat, mengungkapkan, beberapa teori yang sudah diperoleh dari pelatihan cukup membantu untuk dipraktikkan saat membantu orang tuanya.

Sementara Kepala SMA Negeri 1 Batu Brak, Nafsiah, berterimakasih karena LDC Indonesia memilih sekolah ini untuk proyek pengembangan kurikulum muatan lokal pertanian kopi. "Semula ada tiga sekolah, namun LDC Indonesia memilih sekolah ini. Harapan kami, kerjasama ini dapat menambah minat generasi muda untuk belajar tentang proses pengolahan kopi," ujarnya.(bersambung)

Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved