Ambil Formulir di Hanura sebagai Calon Walikota, Nursalam : Kader Punya Hak Sama untuk Maju Pilkada

Ambil Formulir di Hanura sebagai Calon Walikota, Nursalam : Kader Punya Hak Sama untuk Maju Pilkada

Ambil Formulir di Hanura sebagai Calon Walikota, Nursalam : Kader Punya Hak Sama untuk Maju Pilkada
TribunKaltim.Co/Ichwal Setiawan
MAJU WALI KOTA -- Nursalam mengatakan alasan dirinya maju sebagai Kandidat Wali Kota bukan menjadi menandingi calon petahana. Melainkan sesuai aturan partai setiap kader potensial berhak untuk maju dan diusung 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG -Ambil formulir di Hanura sebagai calon walikota, Nursalam : kader punya hak sama untuk maju Pilkada

Safari politik anggota DPRD Bontang, Nursalam mendaftar di parpol kembali dilakukan.

Kali ini, giliran Partai Hanura disambangi politisi Golkar ini, Senin (21/10/2019) petang.

Nursalam menyambangi Sekretariat DPC Hanura sekitar pukul 16.10 Wita. Ia mengambil formulir pendaftaran sebagai kandidat Walikota Bontang.

Sebelumnya, Nursalam telah mengambil formulir untuk posisi serupa di DPD Nasdem.

Menurut Nursalam, niatan dirinya maju sebagai kandidat Walikota bukan sebagai tandingan kandidat petahana, Neni Moerniaeni.

"Jadi persepsinya bukan tandingan yah, tapi ini kan hak setiap kader untuk diusung maupun mengusung toh nanti kita akan kembali kepada keputusan partai," ujar Nursalam usai ambil formulir di DPC Hanura, jalan P Surayanata, Kecamatan Bontang Utara.

Lebih lanjut, disinggung mengenai penjaringan Golkar hanya membuka pendaftaran untuk posisi Wakil Walikota.

Mantan Ketua DPRD ini mengaku, sejatinya proses penjaringan harus sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Partai.

"Betul memang ada diskresi dari DPP Golkar, tapi bunyinya hanya memberikan kesempatan bagi ketua DPD yang berprestasi agar melenggang tanpa mahar, bukan keistimewaan khusus untuk secara otomatis diusung," ujar dia.

Sesuai Juklak, mekanisme penjaringan tetap membuka kesempatan bagi kader untuk maju Walikota atau Wakil Walikota.

Nanti DPP Golkar menetapkan calon yang dipilih sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan, misalnya hasil suvei. "Mana tau hasil survei saya tinggi, kan bisa saja," tegas Salam.

Untuk informasi, sebelumnya Ketua DPD II Golkar Bontang yang juga calon petahana Neni Moerniaeni mengatakan Golkar Bontang kemungkinan hanya membuka pendaftaran  untuk posisi Wakil Walikota di Pilkada.

Berangkat dari pernyataan tersebut, artinya kesempatan dua kader Golkar yakni Nursalam dam Adi Darma mendapat dukungan politik dari partai mereka tertutup. (*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved