Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu Nadiem Makarim Mahfud MD ke Istana Ini Bocoran Menteri Jokowi

Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu Nadiem Makarim Mahfud MD Diundang ke Istana, Ini Bocoran Menteri Jokowi.

Kolase/Kompas.com/Tribunnews
Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu Nadiem Makarim Mahfud MD ke Istana Ini Bocoran Menteri Jokowi 

TRIBUNKALTIM.CO - Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu Nadiem Makarim Mahfud MD Diundang ke Istana, Ini Bocoran Menteri Jokowi.

Nama Bupati Minahasa Selatan, Tetty Paruntu isebut menjadi salah satu calon menteri dalam kabinet Joko Widodo - Maruf Amin.

Pasalnya Bupati Minahasa Selatan itu termasuk salah seorang yang dipanggil Jokowi ke istana untuk posisi calon menteri bersama sejumlah nama lainnya seperti Nadiem Makariem, Mahfud MD, Erick Thohir, Wisnhutama da Tito Karnavian.  

Sosok Tetty Paruntu, Perempuan Berkemeja Putih di Istana Negara Jelang Pengumuman Menteri Jokowi

KEJUTAN, Jelang Pengumuman Menteri Kabinet Jokowi, Ada Sosok Tetty Paruntu, Begini Kata Golkar Sulut

Jelang Pengumunan Menteri Jokowi 2019 sampai 2024, Ini 7 Kuliner Enak di Sekitar Gedung DPR / MPR RI

Pengumuman Menteri Jokowi Maruf Amin, Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu Muncul di Istana Negara

Presiden Joko Widodo pada Senin (21/10/2019) pagi ini akan memperkenalkan susunan kabinet baru bersama Ma'ruf Amin kepada masyarakat.  

Rencana ini sudah disampaikan Jokowi sebanyak tiga kali pada Minggu kemarin, sebelum dan sesudah momen pelantikan sebagai Presiden RI 2019-2024.

"Besok kita akan kenalkan dulu, menteri-menteri, yang telah kita pilih, kita kenalkan. Ya setelah dikenalkan, tentu saja ya akan segera dilantik," kata Jokowi setibanya di Istana Merdeka seusai menghadiri pelantikan di gedung DPR/MPR, Minggu (20/10/2019).

Sebelum memastikan waktu pengumuman kabinet ini, Jokowi juga sudah memberi bocoran kepada wartawan.

Berikut sejumlah fakta terkait kabinet Jokowi-Ma'ruf yang dihimpun Kompas.com berdasarkan bocoran yang disampaikan Jokowi:

1. Komposisi Profesional dan Parpol

Jokowi menyatakan bahwa Kabinet Kerja pada periode mendatang akan diwarnai gabungan menteri dari profesional dan unsur partai politik.

Secara spesifik, Jokowi menyatakan bahwa komposisi menteri dari partai politik memiliki porsi yang sedikit lebih kecil ketimbang kalangan profesional.

"Partai politik bisa mengusulkan, tetapi keputusan tetap di saya. Komposisinya 45 persen," kata Jokowi.

Dengan demikian, perbandingan menteri dari kalangan profesional dengan unsur partai politik adalah 55 persen berbanding 45 persen.

Jokowi belakangan juga mengungkap bahwa jumlah menteri dari parpol kurang lebih 16 orang.

2. Kemungkinan Diisi Parpol Pendukung Prabowo-Sandi

Presiden Jokowi juga mengungkapkan kemungkinan kabinet Jokowi-Ma'ruf diisi oleh kader parpol yang pada Pilpres 2019 mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menjelang pelantikan dan finalisasi pembentukan kabinet, Jokowi sudah bertemu tiga ketua umum parpol yang menjadi rivalnya di pilpres lalu.

Ketiganya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Jokowi mengakui ketiga pertemuan yang digelar terpisah di Istana itu membahas soal peluang ketiga partai untuk berkoalisi dan masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Kendati demikian, belum ada keputusan yang diambil.

3. Menteri Muda

Jokowi juga pernah mengatakan, dirinya sudah memilih menteri berusia muda untuk masuk ke dalam pemerintahan periode kedua bersama Ma'ruf Amin. 

Calon menteri itu ada yang usianya di bawah 35 tahun, bahkan ada yang di bawah 30 tahun.

"Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat," ujar Jokowi.

Terkait dengan usia muda ini, ketika ditanya apakah mereka berasal dari start up, Jokowi hanya tersenyum.

Ia tidak mengiyakan, tidak juga menampiknya. Jokowi pun menceritakan, ketika menyaring calon-calon menteri usia muda ini, banyak sekali nama yang masuk.

"Tetapi saya mempertimbangkan kemampuan manajerialnya. Ada yang sangat percaya diri, tapi lemah manajerialnya," ujarnya.

4. Menteri asal Papua

Presiden Joko Widodo memastikan akan ada menteri asal Papua di kabinetnya bersama Ma'ruf Amin. 

Hal itu disampaikan Jokowi saat menerima siswa-siswi sekolah dasar dari Papua, beranda di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

"Saya pastikan ada (menteri asal Papua)," kata Jokowi disambut tepuk tangan siswa-siswi SD yang hadir.

Namun, Jokowi belum mau mengungkapkan berapa jumlah menteri asal Papua yang akan duduk di kabinet nanti. Ia meminta wartawan menunggu sampai susunan kabinet diumumkan.

"Nanti dilihat (setelah pengumuman kabinet)," kata dia. Baca juga: Puan Bicara soal Kinerja Kabinet Kerja Jokowi-JK Pada kabinet Jokowi-Jusuf Kalla, ada satu menteri asal Papua, yakni Yohana Yembise.

Yohana menjabat sebagai Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak sejak awal pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla menjabat pada 2014.

5. Banyak Wajah Baru

Presiden Joko Widodo menyebut kabinet di periode kedua nanti masih akan diisi oleh wajah-wajah lama. 

Kendati demikian, banyak juga pendatang baru yang akan ikut membantu pemerintahannya bersama Ma'ruf Amin.

"Ya ada, yang lama ada, yang baru banyak," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Kendati demikian, Jokowi belum mau mengungkapkan perbandingan persentase antara wajah lama dan wajah baru di kabinet jilid II nanti.

"Belum dihitung persentasenya," kata dia.

6. Nomenklatur Baru

Jokowi juga pernah mengatakan, dirinya akan membentuk dua kementerian baru di kabinet periode keduanya. 

Kementerian tambahan itu adalah Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Investasi.

"Kita melihat perkembangan dunia yang begitu cepat dan pemerintah ingin merespons itu secara cepat. Maka, ada kementerian-kementerian baru," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, Presiden memiliki kewenangan untuk membentuk kabinet dan kementerian kecuali yang diatur undang-undang.

Kementerian yang tidak bisa ditiadakan itu adalah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

"Selebihnya bisa diatur dengan perpres," ujar Jokowi. Selain ada kementerian baru, Jokowi juga menyebut ada kementerian yang akan dilebur menjadi satu.

Daftar Bocoran Menteri Jokowi

Beredar Daftar Susunan Kabinet / Calon Menteri Jokowi - Maruf Amin : Budi Gunawan, Amran Sulaiman.

Daftar susunna kabinet Joko Widodo- Maruf Amin beredar di WhatsApp dan Facebook.

Daftar tersebut memuat sejumlah nama yang akan menjadi calon menteri Jokowi.

 Partainya Surya Paloh Nasdem Munculkan Victor Laiskodat Calon Menteri Jokowi, Ini Profil & Posisinya

 1 Sosok Ini Tak Kuasa Tolak Perintah Jokowi Jadi Menteri, Sebenarnya Lebih Suka Tetap Kepala Daerah

 Pidato Presiden Usai Pelantikan, Jokowi Langung Tegas pada Calon Menteri, Copot dan Tanpa Ampun

 Batal Hari Ini, Susunan Kabinet Jokowi - Maruf Amin Diumumkan Senin Pagi, Simak Prediksi Menteri

 Beredar di WhatsApp 81 Menteri Jokowi Jelang Pelantikan Presiden, AHY dan Susi Pudjiastuti Kemana?.

Nama - nama menteri kabinet Joko Widodo - Maruf Amin beredar jelang pelantikan Presiden Minggu (20/10/2019).

Sejumlah nama beredar di WhatsApp dan viral karena memuat sejumlah tokoh seperti Hashim Djojohadikusumo, Sri Mulyani sampai Najwa Shihab  

 Jelang pelantikan Presiden, daftar 81 Nama calon Menteri dan wakilnya, AHY Menpora, Najwa Shihab Jubir.

Ada juga nama Rhenald Kasali dan Grace Natalie.

Sejumlah nama Menteri dan wakilnya beredar di WhatsApp dan Facebook.

 Totalnya ada 81 nama calon Menteri Jokowi dan wakilnya.

Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin dijadwalkan Minggu (20/10/2019) siang ini.

Seremoni pelantikan Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, digelar di Kompleks MPR, Minggu (20/10/2019) mulai pukul 14.30 WIB.

Namun yang ditunggu-tunggu publik bukan seremoninya, melainkan komposisi kabinet Kerja II Jokowi-Ma'ruf.

Jokowi sendiri meminta semua pihak termasuk wartawan untuk bersabar menanti pengumunan. Jumat (19/10/2019) lalu, dia mengatakan, momen pengumuman setelah pelantikan, Senin (21/10/2019) atau paling lambat, Selasa (22/10) nanti.

"Pak posisi menteri bagaimana," tanya awak media di akhir acara silaturahmi dan perpisahan kabinet di Istana Negara, Jumat (18/10/2019)

"Mbok ya sabar, paling sehari-dua hari. Paling lama tiga hari nanti kan juga tahu. Bisa mungkin minggu, senin, bisa selasa," jawab Jokowi.

Namun, Hari Minggu (20/10/2019) dinihari, menjelang Subuh, atau sekitar 10 jam sebelum seremoni kenegaraan itu, di media sosial beredar komposisi calon menteri. 

Dari kompsisi yang diperoleh Tribun, setidaknya ada 81 Nama Calon Menteri, termasuk 31 nama calon wakil menteri.

Mereka terdiri 4 menteri koordinator, 32 Menteri, 31 Wakil. Posisi wakil banyak diduduki oleh politisi dan kaum muda.

Jika betul, Jokowi banyak mengakomodir nama wakil menteri, inilah dalam sejarah kabinet Indonesia, terbanyak wakil menterinya. 

Kebanyakan posisi wakil menteri dari delegasi partai, profesional, akademisi, dan mantan aktivis mahasiswa.

Mantan Ketua Umum PB HMI M Arief Rosyid, yang dikonfirmasi tadi malam, tak banyak berkomentar.

Aktivis kaum millennial ini diproyeksi masuk sebagai Wakil Menteri Pemuda & Olah Raga mendampingi putra eks Presiden SBY,  Agus Harimurti Yudhoyono.

"Allahumma Amin, mohon bimbingan dan doanya," kata Arief menjawab Tribun, soal acara Millennial yang dia inisiasi di Taman Budaya, Dukuh Atas, Jakarta, Sabtu (19/10) malam bersama pemuda Indonesia.

Selain 67 nama menteri plus wakilnya, juga tercantum enam nama pejabat setingkat menteri, 6 pejabat Baru, seperti yang dijanjikan Jokowi, awal Oktober ini, serta ada 3 Juru Bicara.

Najwa Shihab, termasuk salah satu jubir Istana presiden, bersama pakar komunikasi politik Effendi Ghazali, dan aktivis 98, Benny Ramdhani.

Sekitar 11 nama petahana menteri, masih masuk nominasi.

Dalam diskusi soal Kabinet Jokowi Jilid II di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019 malam, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memprediksi sejumlah nama yang masuk Kabinet Jokowi Jilid II.

Dia membenarkan beberapa nama lawas diperkirakan menjadi menteri lagi. Ada pula nama-nama baru yang disodorkan oleh partai politik. "Menurut prediksi saya, (menteri lama) Basoeki (Hadimoeljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), kemudian Menlu (Menteri Luar Negeri) Bu Retno Marsudi," kata Qodari

Nama menteri berikutnya yang diprediksi oleh Qodari akan bertahan yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegro, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 

Berikut 81 Nama itu termasuk latar belakang, usia, dan Kota kelahiran

Proyeksi KOMPOSISI KABINET KERJA JILID II PERIODE 2019-2024

Presiden RI: Ir. H. Joko Widodo (pengusaha, Solo, 58 Tahun)

Wakil Presiden RI: Prof. Dr (HC) KH. Ma'ruf Amin (ulama, eks Politisi, Banten, 76 Tahun)

4 MENTERI KOORDINATOR

1. Menteri Koordinator Bidang Polhukam : Hashim Djojohadikusumo (Politisi Gerindra+ Pengusaha, Jakarta; 66 Tahun)

2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sri Mulyani (Profesional, Petahana Menkeu, Lampung 57 Tahun)

3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan : KH. Said Aqil Siradj (Ulama/Ketua PV NU, Cirebon, 66 Tahun)

4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Jenderal TNI Moeldoko (Militer; Kastaf Presiden, Kediri, 62 Tahun)

32 MENTERI + 30 Wakil Menteri

1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno (akademisi, UGM, Bojonegoro, 52 Tahun)

2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas :Arif Budimanta Sebayang; (pengusaha, Politisi PDIP, Medan 51 Tahun)

+ Wakil: Hariyadi Sukamdani (pengusaha, Ketua Apindo, Jakarta, 56 Tahun)

 3. Menteri Dalam Negeri : Olly Dodokambey (bendahara DPP PDIP, Gubenur Sulut, Manado; 57 Tahun)

+ Wakil: Letjen TNI (purn) Doni Monardo (militer, Kepala BNNP, Cimahi; 56 Tahun)

4. Menteri Luar Negeri & Perdagangan Internasional :Retno Marsudirini (petahana, Semarang, 57 Tahun

+ Wakil: Mahendra Siregar (ekonom, eks Wamenkeu, Jakarta; 57 Tahun)

 5. Menteri Pertahanan : Prof Dr Budi Gunawan (Polri, Kepala BIN, Solo, 59 Tahun)

+ Wakil: Hasto Kristiyanto (politisi/Sekjen DPP PDIP, Yogyakarta, 53 Tahun)

6. Menteri Hukum & HAM : Yusril Ihza Mahendra (pengacara, politisi PBB, eks Menteri, Bangkabelitung, 63 Tahun)

+ Wakil: Prof DR Hikmahanto Juwana (akademisi UI, Jakarta, 53 Tahun)

 7. Menteri Komunikasi & Informatika: Ibnu Mundzir (politisi Golkar, Jeneponto, 58 Tahun)

+ Wakil: Anggela Herliani Tanoesoedibjo (pengusaha, Direktur RCTI, Perindo, Ottawa, Kanada, 32 Tahun)

 8. Menteri PAN & Reformasi Birokrasi: Komjen Pol Syafruddin K (Jenderal Polisi, petahana, Makassar, 57 tahun)

+ Wakil: Yohanes Aria Bima Trihastoto (politisi PDIP, Semarang, 54 Tahun)

 9. Menteri Keuangan: Chatib Basri (ekonm/peneliti, eks Menkeu; Jakarta 54 Tahun

+ Wakil: Erani Yustika (ekonom, Unibraw Malang, Ponorogo, 45 Tahun)

10. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Erick Thohir (pengusaha, eks Ketua TKN 01, Jakarta, 49 Tahun)

+ Wakil: Wisnu Broto Setyo (pengusaha, Ketua Umum Sedulur Kayu & Mebel (Sekabel), Solo 49 Tahun)

 11. Menteri Pertanian: Edhi Prabowo (politisi Gerindra, Mura Enim, Sumsel; 46 Tahun)

+ Wakil: Mindo Sianipar (politisi/Legislator PDIP; Tanjung Balai, Kepri; 65 Tahun)

 12. Menteri Koperasi & UKM : Viktor Laiksodat (politisi/legislator DPR Nasdem, Oenesu, NTT: 54 Tahun)

+ Wakil: Diaz FM Hendropriyono (pengusaha, Ketua Umum PKPI; Jakarta, 41 Tahun)

 13. Menteri Perindustrian & Perdagangan: Airlangga Hartarto (petahana, Ketum Golkar, Surabaya; 57 Tahun)

+ Wakil:  Thomas Trikasih Lembong (profesional, petahana, Jakarta; 48 Tahun)

14. Menteri Investasi/Kepala BKPM: Ganjar Pranowo (Politisi PDI-P, Gubernur Jateng, Karanganyar, Jateng 50 Tahun)

+ Wakil: Franky Sibarani (petahana BKPM, Pengusaha, Bandung, 54 Tahun)

 15. Menteri Digital & Ekonomi Kreatif: Tantowi Yahya (profesional, Politisi Golkar, Jabar, 58 Tahun)

+ Wakil: Arya Sinulingga (profesional/jurnalis, Politisi PPI, Kabanjahe, Sumut 48 Tahun)

 16. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri (petahana, politisi PKB; Salatiga, 46 Tahun)

+ Wakil Menteri: Rieke Diah Pitaloka (artis, Politisi PDI-P, Garut, Jabar, 45 Tahun)

17. Menteri PU & Perumahan Rakyat : Basuki Hadi Muljono (petahana, Birokrat, Solo, 64 Tahun)

+ Wakil Menteri : Emil Dardak (politisi, Wagub Jawa Timur, Jakarta; 39 Tahun) 

 18. Menteri Kehutanan, Agraria, & Tata Ruang : Andi Amran Sulaiman (petahana Mentan, pengusaha, Bone, 50 Tahun)

+ Wakil Menteri : I Gede Pasek Suardhika (politisi Demokrat, Singaraja, Bali; 50 Tahun)

 19. Menteri Lingkungan Hidup Mervin Komber (Politisi/ Senator, Fak-Fak Papua, 39 Tahun) 

+ Wakil Menteri ; Ahmad Rofiq (aktivis, eks Ketum PP IMM, Sekjen Perindo, Malang, 39 Tahun)

20. Menteri Agama : M. Arwani Thomafi (politisi PPP, Rembang, Jateng, 43 Tahun)

21. Menteri Kesehatan: dr Benny Octavianus (dokter, Politisi Gerindra, Malang, 53 tahun)

+ Wakil Menteri : Mayjen TNI Terawan Agus Putranto (dokter militer, Yogyakarta, 55 Tahun)

 22. Menteri Kesejahteraan Sosial : Agus Gumiwang  Kartasasmita (Petahana, Politisi Golkar, Jakarta, 50 Tahun)

+ Wakil :  Erico Sutarduga (Politisi/Legislator PDIP,  Medan, 50 Tahun)

23.Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak :Yenni Zannuba Wachid (aktivis Islam, Jombang, 44 Tahun)

 + Wakil: Grace Natalie (profesional, Ketua DPP PSI, Jakarta 39 Tahun)

 24. Menteri Pendidikan Dasar & Menengah : K.H. Haedar Nashir (Ketua PP Muhammadiyah, Bandung, 61 Tahun)
+ Wakil J. Kriatiadi (Peneliti, Dirut CSIS, 70 Tahun)

 25. Menteri Pemuda & Olah Raga : Agus Harimurti Yudhoyono (militer, Politisi Demokrat, Bandung, 41 Tahun)

+ Wakil: M. Arief Rosyid (dokter, eks Ketua Umum PB HMI, Makassar, 39 Tahun)

26. Menteri Pendidikan Tinggi : Sofyan Jalil (profesional, 4 Kali jadi menteri, Aceh Timur, 66 Tahun)

+ Wakil: Nadiem Makarim (profesional, Bos Go-Jek, Singapura, 36 Tahun)

27.Menteri Riset & Teknologi/Badan Riset Nasional: Ilham Akbar Habibie (profesional, Jerman, 56 Tahun)

 + Wakil: Rhenald Kasali (praktisi, akademisi UI, Jakarta, 58 Tahun)

 28. Menteri Desa & PDT: Djarot Saiful Hidayat (Birokrat, Wagub DKI Jakarta, PDIP, Magelang, 57 Tahun)

+ Wakil: Ahmad Muqowam (Politisi PPP, Salatiga, 58 Tahun)

 29. Menteri Perhubungan dan Transportasi: Budi Karya Sumadi (petahana Menhub, Palembang, 62 Tahun)

 + Wakil: Masinton Pasaribu (Politisi PDI-P, Sibolga, 48 Tahun)

 30. Menteri Kelautan & Perikanan : Syahrul Yasin Limpo (Birokrat, eks Gubernur Sulsel, Nasdem, Makassar 64 Tahun)

+ Wakil: Prananda Surya Paloh (Pengusaha, politisi Nasdem, Jakarta, 31 Tahun)

31. Menteri Energi & Sumber daya Mineral : Jonny G. Plate (Politisi Nasdem di DPR, Ruteng NTT, 53 Tahun)

+ Wakil: Nicke Widyawati (Profesional, Dirut Pertamina, Tasikmalaya, 52 Tahun)

32. Menteri Pariwisata & Kebudayaan : Triawan Munaf (musisi, Men-Bekraf, Bandung, 60 Tahun)

Wakil: Herry Lotung Siregar (Politisi Hanura, Sumatera Utara, 59 Tahun)

1. Enam Pejabat Setingkat Menteri, 6 Pejabat Baru, 3 Juru Bicara Termasuk Najwa Shihab

Selain 38 pos menteri utama, juga beredar setidaknya 12 nama pejabat setingkat menteri, termasuk 6 pejabat dalam nomenklatur baru, Selain itu ada 3 nama juru bicara.

6 PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Jaksa Agung: Yasonna Laoly (eks MenkumHAM/Anggota DPR PDIP/ Tapanuli Utara, 66 Tahun)

2. Panglima TNI: Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D.(Kasad/ Bandung, 54 Tahun)

3. Kapolri: Jenderal Pol Tito Karnavian (petahana, Palembang, 54 Tahun)

4. Sekretaris Kabinet : Jenderal TNI Hadi Tjahjanto (Panglima TNI / Malang, Jawa Timur, 55 Tahun)

5. Kepala Badan Intelijen Negara : Letjen TNI Joni Supriyanto (Kastaf Umum TNI-AD, Yogya; 55 Tahun)

6. Kepala Staf Kepresidenan : Pramono Anung Wibowo (petahana/PDIP, Kediri, Jatim 56 Tahun)

6 JABATAN BARU  Kepala Badan + Lembaga

1. Kepala Pusat Legislasi Nasional : Prof Dr Machfud MD (eks Menhan, eks Ketua MK, Madura, 62 Tahun)

2. Kepala Lembaga Ekonomi & Keuangan Syariah: KH. Eman Suryaman (Ketua PB-NU, Bandung, 54 Tahun)

3. Kepala Badan Manajemen Pengembangan Talenta : Roslan Perkasa Roeslani (Ketua Kadin, Jakarta, 50 Tahun)

4. Kepala Badan Otorita Pemindahan Ibukota: Bambang Brodjonegoro (eks Menteri Bappenas,Menkeu, Jakarta 52 Tahun)  

5. Kepala Badan Perpajakan & Pendapatan Nasional : M. Misbakhun (Politisi Golkar, Pasuruan, 49 Tahun)

6. Kepala Badan  Pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional (BPDPN) Arief Yahya (Menteri Pariwisata, Banyuwangi, 58 Tahun)

 3 Juru Bicara Kepresiden :

1. Prof Dr Effendi Ghazali (UI), akademisi, Padang, 52 Tahun)

2. Najwa Shihab (UI), profesional, presenter,  Makassar, 44 Tahun)

3. Benny Rhamdani (98), Politisi, DPD-RI, Manado, 47 Tahun. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved