Inilah Momen Soeharto Usir Soekarno dari Istana Merdeka, Gelar Kepresidenan Juga Harus Ditanggalkan

26 Maret 1968 atau Malam 27 Maret sejarah mencatat, MPRS yang dipimpin Jenderal Abdul Haris Nasution melantik Soeharto sebagai Presiden kedua RI

Inilah Momen Soeharto Usir Soekarno dari Istana Merdeka, Gelar Kepresidenan Juga Harus Ditanggalkan
Tribunnews
Ilustrasi---- Usai Dilantik Jadi Presiden, Soeharto Keluarkan Perintah Usir Soekarno dari Istana Merdeka, Kenapa? 

TRIBUNKALTIM.CO - Pada 51 tahun silam, 26 Maret 1968 atau Malam 27 Maret sejarah mencatat, MPRS yang dipimpin Jenderal Abdul Haris Nasution melantik Soeharto sebagai Presiden kedua Republik Indonesia.

Pelantikan Jenderal Soeharto sebagai Presiden ke 2 Indonesia berlangsung khidmat.

Sebelum menjadi Presiden, Soeharto pada hari Minggu 12 Maret 1967, dilantik sebagai Pejabat Presiden RI.

1 Sosok Ini Tak Kuasa Tolak Perintah Jokowi Jadi Menteri, Sebenarnya Lebih Suka Tetap Kepala Daerah

Susunan Menteri Jokowi 2019 Mahfud MD di Kabinet, Budi Gunawan Ambil Posisi Prabowo Subianto

Asal Lee Min Ho Buat Penasaran Warga Samarinda, Ini Fakta Profil dan Biodata Mantan Suzy Sebenarnya

Pernah Diback Up Panglima TNI, Sikap KSAD Andika Perkasa Pada eks Danjen Kopassus, Tegas

Berikut kisahnya:

Berawal dari Supersemar

Tribun Batam melansir Kompas.com, dalam artikel berjudul ;Ini Peran 5 Tokoh Penting dalam Penyerahan Supersemar', Kompas.com - 11/03/2019, pada 11 Maret 1966, Soekarno disebut memberikan "surat sakti" kepada Soeharto yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.

Surat itu berisi persetujuan Soekarno agar Soeharto mengambil langkah yang dianggap perlu untuk memulihkan keamanan setelah Gerakan 30 September 1965 yang dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia.

Bermodalkan Supersemar, Soeharto tidak hanya memulihkan keamanan, tetapi juga secara perlahan mengambil alih kepemimpinan nasional.

Soeharto kemudian ditunjuk sebagai pejabat presiden setahun kemudian, Maret 1967, berdasarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara No XXXIII/1967 pada 22 Februari 1967.

Supersemar kemudian menjadi kontroversial hingga hari ini.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved