Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya Menyayangkan Pencoretan 10 Cabor pada PON Papua 2020

Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya Menyayangkan Pencoretan 10 Cabor pada PON Papua 2020

Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya Menyayangkan Pencoretan 10 Cabor pada PON Papua 2020
(tribunkaltim.co/Abdur Rachim)
Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebanyak 10 cabang olahraga (cabor) resmi dicoret pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung di Papua pada 2020 mendatang. Total hanya 37 cabor yang nantinya dipertandingkan, dari sebelumnya yang direncanakan sebanyak 47 cabor.

Mengenai putusan resmi pencoretan 10 cabor tersebut, pihak KONI Kaltim yang langsung disampaikan oleh Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya, Senin (21/10/2019) mengatakan, pihaknya akan mendukung dan menerima putusan yang telah dikeluarkan secara resmi oleh pihak KONI pusat dan juga PB PON Papua.

"Yang jelas kita taat apa yang diputuskan KONI pusat dan kesepakatan Pemerintah dan termasuk PB PON Papua, tentang finalisasi jadi cabor jadi 37, apa boleh buat kita pun sudah berusaha," ungkap Zuhdi.

Memang sebelum putusan tersebut keluar, isu mengenai pencoretan 10 cabor dalam PON Papua sudah gencar, bahkan pihak KONI Kaltim sendiri telah berusaha melakukan komunikasi langsung ke pihak pusat, baik ke KONI Pusat maupun Kemenpora.

Apalagi beberapa cabor yang dicoret menjadi nomor andalan bagi Kaltim, satu contoh untuk cabor dancesport yang juga menjadi andalan Kaltim. Tentu dengan dicoretnya cabor andalan Kaltim akan cukup merugikan dalam PON nanti.

"Tapi kebanyakan cabor yang dicoret adalah yang tidak memerlukan venue khusus, contoh dansa, bridge, asal ada ballroom hotel atau gedung, bisa jalan, karena speknya tidak khusus. Tapi kembali lagi tuan rumah punya hak, mereka berhak mengusulkan kemampuan mereka seperti apa. Kalau dulu kita saat PON Kaltim apa adanya, dan sampai 43 cabor kita pertandingkan semua," jelasnya.

Meski menerima putusan tersebut, Zuhdi juga sedikit menyayangkan dengan lambatnya finalisasi keputusan tersebut. Karena menurutnya hal ini selain merugikan daerah, juga ke masing-masing cabor, terlebih mereka yang sudah persiapkan diri sejak jauh hari, atau bahkan yang sudah ikuti Pra-PON sebelumnya.

"Sayangkan keputusan lambat dari pusat, sudah dimunculkan, bahkan sebagian sudah Pra-PON. Tarik ulur, apalagi seperti, tenis meja kita kan ditunjuk tuan rumah Pra-PON. Saya selalu sampaikan ke pusat tolong dipastikan, karena menyangkut tentang pembiayaan," serunya.

Meski begitu Zuhdi pun menegaskan pihaknya menerima putusan tersebut dan siap melibatkan 37 cabor yang sudah lolos menuju PON Papua nanti. Zuhdi pun berharap bagi atlet yang cabornya dicoret tetap bersemangat.

Karena menurutnya kelebihan dari Kaltim adalah pembinaan atlet yang terus berlangsung dan hal ini patut dipertahankan kedepannya. "Kita harus persiapkan diri dengan baik, ini sudah final, sebelumnya saya masih berikan semangat untuk atlet untuk berlatih. Kita menghargai dan siap menerima hal itu. Saya sendiri berharap kedepan pembinaan tetus bertambah. Kedepan untuk cabor yang tercoret saya minta kepada Pengprov tetap semangat. Semua tetap jalankan pembinaan, KONI tetap support," pesannya.(m03)

Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved