Masa Lalu Edhy Prabowo jadi Menteri Jokowi, Bernasib Sama dengan Prabowo Subianto, Gagal di Militer

Ini masa lalu Edhy Prabowo jadi Menteri Jokowi, bernasib sama dengan Prabowo Subianto, gagal di Militer

Masa Lalu Edhy Prabowo jadi Menteri Jokowi, Bernasib Sama dengan Prabowo Subianto, Gagal di Militer
Kolase Tribun Kaltim
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo jadi Menteri Jokowi 

Dia menjadi orang yang mendampingi jenderal bintang tiga tersebut saat berdomisili di Jerman dan Yordania.

Kala itu, Prabowo tengah merintis usaha di negeri tersebut.

Setelah Prabowo mendirikan Partai Gerindra, Edhy Prabowo akhirnya memberanikan diri menjadi caleg di kampung halamannya yakni Dapil Sumatra Selatan II.

Di tempat itu, Edhy Prabowo harus bersaing dengan sejumlah politisi senior seperti Mustafa Kamal, Dodi Alex Nurdin, dan Nazarudin Kiemas.

Edhy Prabowo pun berhasil menjadi caleg kelima yang memperoleh suara terbanyak.

Kendati sudah menjadi wakil rakyat, Edhy Prabowo  tetap menjalankan perannya sebagai suami dari Iis Rosita Dewi dan ayah dari Satrio Budi Wiroreno dan Raja Dimas Satrio.

Dia juga masih aktif mengurus perguruan silat Satria Muda Indonesia dan beberapa bisnis lainnya.

 Wishnutama Bos NET TV Calon Menteri Jokowi, Tiga Kali Menikah, Istri Terbaru Artis Gista Putri

 Video Twitter Prabowo Subianto Buang Muka dari Grace Natalie, Mirip Megawati Cuek AHY, Surya Paloh

 Pernah Diback Up Panglima TNI, Sikap KSAD Andika Perkasa Pada eks Danjen Kopassus, Tegas

Dikonfirmasi Jokowi

Presiden Joko Widodo bertemu dengan kelompok relawan pendukungnya, Minggu (20/10/2019) malam.

Ketua Umum Kelompok Relawan Jokowi Mania, Imannuel Ebenezer, menyebut, dalam pertemuan itu Jokowi sudah mengungkapkan bahwa ada perwakilan dari Partai Gerindra yang masuk kabinet Jokowi jilid 2 atau Kabinet Kerja II.

"Di-iya-kan oleh Presiden, Presiden menegaskan bahwa Gerindra masuk," kata Imannuel seusai pertemuan, Minggu malam.

Menurut Immanuel, Jokowi juga mengungkapkan bahwa selain Gerindra, tak ada partai oposisi lain yang masuk kabinet.

Sebab, Jokowi ingin tetap ada oposisi di parlemen. (*)

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved