Raja Negara Kecil di Afrika yang Hadir di Pelantikan Presiden Jokowi Ini Jadi Sorotan, Ini Sosoknya

Jokowi-Maruf resmi menjabat sebagai presiden-wapres RI setelah mengucapkan sumpah di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019)

Raja Negara Kecil di Afrika yang Hadir di Pelantikan Presiden Jokowi Ini Jadi Sorotan, Ini Sosoknya
Kolase TribunJabar.id (Kompas.com dan Intisari)
Raja eSwatini, Mswati III 

Bolkiah juga pernah dianugerahi warga kehormatan oleh Korps Pasukan Khas TNI AU 2008 silam.

Pada Mei 2018, ia mengunjungi Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, seperti diberitakan Kompas.com (3/5/2018).

Bersama dengan Jokowi, Bolkiah kompak mengenakan seragam loreng-loreng yang merupakan seragam militer Brunei.

5. Raja Eswatini

Raja Eswatini Raja Mswati 3 juga turut hadir dalam pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

Dikutip dari Kompas.com (19/4/2019), Eswatini merupakan sebuah negara kecil di Afrika Selatan yang terletak di antara Afrika Selatan dan Mozambik.

Negara yang meraih kemerdekaannya pada tahun 1968 itu semula bernama Swaziland.

Penggantian nama Swaziland menjadi Eswatini dilakukan pada perayaan setengah abad kemerdekaan negara itu, April 2018 lalu.

6. Wakil Presiden China

Wakil Presiden China Wang Qishan sendiri telah berada di Indonesia sebelum acara pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

Sebelum menghadiri acara pelantikan, Wang mengunjungi Istana Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (19/10/2019) siang.

Selain itu, Wang juga berkunjung ke Kota Solo dan bertemu dengan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo beserta Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjalin kerja sama antara China dengan Pemerintah Solo dan Jawa Tengah.

Sosok  Raja Eswatini

Ada satu kepala negara yang akan menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden pada Minggu (20/10/2019) yang mungkin kurang familiar bagi masyarakat Indonesia.

Kepala negara yang dimaksud adalah Raja Eswatini, Mswati III.

Banyak yang tak mengetahui, Eswatini yang dulunya bernama Swaziland adalah sebuah negeri di Afrika.

Tepatnya, negara eSwatini berada di tenggara Benua Afrika.

Nama ibu kota dari negeri ini adalah Mbabane.

Menurut BBC Indonesia yang dikutip TribunJabar.id, Jum'at (18/10/2019), adapun dua kota terbesar di eSwatani adalah Mbabane dan Manzini.

Mbabani berpenduduk sekitar 76 ribu, sementara Manzini 110 ribu.

Diolah dari TribunnewsWiki.com, eSwatini dihuni oleh bangsa yang diperkirakan berasal dari Mozambik.

Nenek moyang yang mendiami eSwatini diyakini adalah Suku Nguni.

Raja di Negeri Monarki

Letak negeri eSwatini di Afrika.
Letak negeri eSwatini di Afrika. ((Google Maps))

Pada tahun 1986, Mswati III naik tahta menggantikan ayahnya Sobhuza II.

Jadi, Mswati sudah berkuasa selama kurang lebih 33 tahun di negeri yang menganut sistem monarki absolut tersebut.

Pada 19 April 1968 hingga 25 April, Mswati memiliki gelar Yang Mulia Pangeran Makhosetive dari Swaziland.

Namun, gelarnya berubah. Mulai 25 April 1986–sekarang ia kerap dipanggil Yang Mulia Ngwenyama (Raja) eSwatini.

Menurut laman TribunnewsWiki.com, eSwatini dulunya berada di bawah pemerintahan Britania Raya, tepatnya mulai dari 1903 hingga 6 September 1968.

Padahal, sebelumnya ada Konvensi Swaziland 1881 yang memastikan kemerdekaan daerah yang dikuasai Inggris.

Namun, eSwatini yang dulunya bernama Swaziland tetap berada di bawah administrasi Republik Afrika Selatan yang direbut secara paksa oleh Inggris.

Swaziland pun menjadi protektorat Inggris.

Hingga akhirnya, Swaziland memperoleh kemerdekannya.

Swaziland kemudian mengadopsi sistem pemerintahan monarki asbolut.

Di Afrika, Swaziland adalah satu-satunya negara monarki absolut yang melarang semua partai politik.

Namun, perlawanan semakin meningkat di Swaziland.

Aktivis demokrat terus mendorong hak-hak dan demokrasi yang lebih besar di eSwatini.

Termasuk permintaan penghapusan sistem monarki absolut.

Alamnya Masih Terjaga

Bagi Anda penggemar Marvel mungkin akan teringat dengan Wakanda saat mengenal soal eSwatini.

eSwatini adalah daerah yang tak memiliki pesisir.

Kendati demikian, menurut laman BBC, alam negeri ini mampu menjadi daya tarik wisatawan.

Di sana, terdapat pemandangan alam yang beragam, mulai dari pegunungan yang sejuk maupun dataran rendah panas dan kering.

Alam eSwatini masih terlindungi berkat peraturan progresif terkait pelestarian lingkungan.

Ruth Buck, pemilik Hotel Foresters Arms, yang dibangun sekitar 30 kilometer di barat-daya kota Mbabane mengatakan, penduduk di eSwatani bahkan ramah, humoris, dan dermawan.

"Saya suka menyetir di sini, menikmati pemandangan yang beragam, mendatangi pasar Swazi yang hidup suasananya. Sungguh ini adalah negeri yang indah dengan suasana yang hangat," ujarnya.

 Susunan Menteri Jokowi 2019 Mahfud MD di Kabinet, Budi Gunawan Ambil Posisi Prabowo Subianto

 Belum Diumumkan Tapi Gubernur Ini Sudah pamit ke Masyarakat, Kode Keras Menteri Jokowi? Ini Sosoknya

 Jelang Pelantikan Presiden, Luhut Binsar Pandjaitan Kesal Karena Hal Ini Selama Jadi Menteri Jokowi

 Sinyal Kuat PDIP Tri Rismaharini jadi Menteri Jokowi, Nama Calon Walikota Surabaya Kini di Tangannya

(*)

Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved