Ikmal Sudah Ikut Kompetisi Skateboard di Jakarta, Bali dan Makasar, Apa Prestasinya?
Ikmal Sudah Ikut Kompetisi Skateboard di Jakarta, Bali dan Makasar, Apa Prestasinya?
Penulis: Cahyo Adi Widananto | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -Ikmal Sudah Ikut Kompetisi Skateboard di Jakarta, Bali dan Makasar, Apa Prestasinya?
Skateboard, siapa yang tak mengenal olahraga ekstrim ini?
Kaum milenial Indonesia kini mulai marak mengikuti olahraga yang tergolong ekstrim ini, khususnya di Balikpapan.
Bahkan pecintanya tidak hanya dari kalangan siswa, namun mahasiswa dan orang dewasa pun
bukan sebuah halangan untuk bermain skateboard.
Di Balikpapan sendiri sudah terbentuk komunitas skateboard, seperti komunitas mandau skatepark.
Mereka sering berkumpul dan berlatih di mandau skatepark yang terletak di kawasan Balikpapan tennis stadium.
Tidak hanya sekedar berkumpul dalam satu wadah hobi tetapi mereka juga pernah berpartisipasi
mengikuti kompetisi skatebord tingkat nasional.
Hal ini dibenarkan oleh Ikmal salah satu anggota mandau skatepark.
"Banyak kompetisi yang udah saya ikuti, baik di daerah maupun luar kota," ujarnya.
Ia juga memberikan keterangan kompetisi yang sudah diikuti selama bermain skateboard kepada tim Tribunkaltim.
"Wormhole 2015 Makassar, Projam Fest 2016 Bekasi, Projam Fest 2017 Bali, Bupati Cup 2017 Bali,
MHM of The Year 2018 Batulicin, Iuice Ematic 2018 Makassar, IOXC 2018 Jakarta," tuturnya.
Dalam waktu dekat ini ia mengaku akan mengikuti kejuaraan Indonesia Open X-Sport Championship 2019 (IOXC) di Kota Solo.
Dari Kalimantan Timur ada empat orang yang mengikuti kejuaraan tersebut, satu orang dari Samarinda
dan tiga orang dari Balikpapan, ia menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan Kota Balikpapan.
Ia berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan skateboard di Balikpapan karena anak-anak
komunitas skateboard sebenarnya mempunyai potensi, ia juga ingin pemerintah membuat skatepark baru
supaya anak-anak komunitas tidak bosan dengan skatepark yang sudah ada di Balikpapan.
Bangga! Anak Balikpapan Ini Tampil di Asian Games
Diberitakan sebelumnya, Warga Balikpapan patut berbangga, Kota Balikpapan mampu menempatkan
seorang putra terbaiknya untuk ikut berunjuk gigi dalam ajang pesta olahraga seluruh Asia di Jakabaring
Palembang Sumatera Selatan.
Indonesia saat itu menjadi tuan rumah Asian Games XVIII, ajang olahraga regional yang dilangsungkan empat tahun sekali.
Event terkabar dan bergengsi tersebut ternyata diikuti pemuda asal Sepinggan Raya, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Dia adalah Ahlan Rachmat Karim (28), yang terjun dalam gelanggang olahraga ekstrim, skate board.
Saat ditemui di kediamannya, pada Minggu (18/2/2018) pagi, Ahlan, sebelum tampil di Asian Games di
Palembang, mesti melewati perjuangan yang bisa dikatakan tidak ringan.
Usahanya untuk masuk dalam kompetisi bertaraf internasional ini, Ahlan harus bersaing dengan anak-anak di dalam negeri.
“Saya ikut seleksi, mewakili provinsi Kaltim. Bertanding dahulu tingkat nasional. Yang bersaing nasional ada
35 orang. Yang ikut ini dari seluruh provinsi di Indonesia,” katanya kepada Tribunkaltim.co.
Dan dari 35 orang diseleksi lagi menjadi 10 orang.
“Saya sempat lolos di 10 besar, lalu diseleksi lagi jadi 8 orang. Hasilnya saya lolos lagi, masuk rangking empat besar,” ujarnya Ahlan.
Bagi dia saat seleksi tingkat nasional, merupakan pengalaman pertama kalinya.
Dianggap ajang yang tidak mudah, sebab harus bersaing dari beberapa provinsi, yang secara notabene
memiliki kemampuan dahsyat.
Bersaing dengan skater berpengalaman yang sudah memiliki jam terbang lumayan tinggi.
“Dikenal berkembang bagus itu dari Bandung, Bali, Jakarta, sama Tangerang, yang di kota-kotanya sudah
banyak tempat-tempat taman skateboard. Tapi bersyukur saya bisa hadapi, bisa bersaingan, berhasil
duduki peringat empat secara nasional,” tutur Ahlan.
Terpilihnya Ahlan dalam kepesertaan altet skateboard menjadi sejarah bagi Kota Balikpapan, yang
menandakan, anak muda Balikpapan ternyata bisa eksis di tingkat internasional.
“Target saya bisa juara. Raih emas. Mengingat Indonesia tuan rumah. Ini buat kebanggan buat daerah saya, Balikpapan secara umum Kaltim.
Kalau saya menang ini saya persembahkan buat Balikpapan dan Kaltim,” tegasnya.
Sejarahnya, olahraga skate board di Asian Games baru pertama kalinya dipertandingkan.
Indonesia menjadi tuan rumah, olahraga skateboard jadi bagian rangkaian pertandingan.
Baca: Kronologi Lengkap Pesawat Pribadi Milik Gubernur Aceh Mendarat Darurat di Pantai
“Mudah-mudahan dimasukkan ke Asian Games, skateboard bisa jadi olahraga yang disukai banyak orang.
Masyarakat Indonesia bisa mengenal mendalam,’’ tuturnya.
Persaingan Sangat Kompetitif
Persaingan olahraga ini tidak bisa dianggap sebelah mata, sebab negara-negara di Asia punya kekuatan
skater yang mumpuni seperti Tiongkok, Jepang, Thailand, dan Singapura. Pertandingan yang akan
dijajalnya yakni kategori street, aliran park, Best Trick, dan terakhir ialah Game of Skate.
“Yang paling menantang buat saya pribadi yang street sama yang park. Harus main alatnya secara baik,
perlu konsentrasi tinggi. Belum lagi trik-trik yang dipertunjukkan harus berkualitas,” kata Ahlan.
Menurut dia, sekelas negara asia, yang paling gres dunia skateboard adalah Tiongkok. Negara ini, ada
sebuah provinsi membangun arena skate board berkonsep taman.
Baca: Bukan dari Bumi, Bukan Meteor, Ahli NASA pun Kaget Ungkap Fakta Di Balik Misteri Hajar Aswad Ini
Setiap orang yang bermain skateboard sudah bak berada di surga. Tempatnya sejuk, rindang, indah, sebab
sekelilingnya banyak pemandangan pepohonan rindang.
Tempat tersebut berada di Shanghai, Tiongkok.
Lokasi ini dianggap taman skateboard terbesar di negara Tiongkok.
Nama tempatnya dikenal SMP Skatepark yang memiliki luas 44,935 kaki persegi. Setiap tahunnya arena ini
dijadikan lokasi event lomba bertaraf internasional The Showdown.
“Negaranya sediakan fasilitas maksimal, pasti berpengaruh pada warganya. Jago bermain. Indonesia
apalagi Balikpapan belum sampai ke tahap sana. Mudah-mudahan diikutkan di Asian Games bisa ada
kesadaran untuk semakin memajukan skate board Balikpapan,” tegas Ahlan.
Nah, bekal untuk menajamkan kompetisi di Asian Games, Ahlan akan melakukan pemondokan program
pelatnas di Jakarta yang rencananya digelar pada 20 Februari 2018. Pembinaan ini dibawah lindungan
Pengurus Besar Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia.
Ahlan mengikuti program pelatnas selama sebulan lebih. Arena laihan yang akan dipilih kemungkinan di
Xtreme Park, Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nantinya di arena Asian Games,
skater asal Indonesia nampaknya akan lebih mengandalkan kategori Street dan Park.
“Sepertinya kami akan dilatih fisiknya. Kemudian diajarkan teknik skate board yang berbeda, spesial.
Diberikan latihan penguasaan medan skate,” ungkap pria yang juga jago menggambar sketsa ini.
Nanti kabarnya, setelah program pelatnas akan berlanjut latihan di California Amerika Serikat.
Bagi Ahlan, kesempatan ini dianggap peluang emas. Menurut pengetahuannya, California merupakan
kiblatnya dunia skateboard. Ia Berharap bisa menggali secara semurna dunia skateboard di California.
“Berangkat direncanakan Maret tahun ini. Kami diberi sekolah selama sebulan. Pilihan yang tepat
diberangkatkan ke California. Disini sudah hidup sekali sakte board-nya,” ujarnya.
Pembiayaan itu semua ditanggung oleh Kementrian Pemuda dan Olah-raga Republik Indonesia. Namun
untuk biaya pulang pergi dan logistik saat ikut seleksi untuk pelatnas ditanggung sendiri oleh Ahlan.
“Sudah meminta ke Dinas Olahraga Balikpapan tapi belum bisa segera diberi, ya akhirnya pakai uang saya
sendiri, pakai uang tabungannya,” katanya yang sangat berharap pemerintah Kota Balikpapan mau ikut
berpartisipasi memberi bantuan finansial dan moril.
Sempat Dilarang Orangtua
Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Ahlan sudah bangun cinta pada skateboard.
Baca: Potret Gusti Rosaline Istri Siri Eks Pejabat yang Dianiaya hingga Laporan Celana Dalamnya Hilang
Sehari-harinya bermain skateboard, tiada hari tanpa skate board, sampai beberapa kali papan skate patah,
yang membuat Ahlan harus mengocek lebih dalam isi dompetnya.
“Kalau dihitung-hitung saya sudah habis sampai ratusan juta hanya untuk skateboard,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, kerusakan bukan saja terjadi pada alat bermainnya. Ternyata Ahlan sempat cedera saat
bermain skate yang akhirnya harus membutuhkan perawatan fisik yang maksimal.
Lengan Ahlan sempat patah, kakinya sempat terkilir, membuat Ahlan harus berhenti bermain selama
berbulan-bulan melakukan perawatan fisik pada tukang pijit berpengalaman yang tidak jauh dari tempat
tinggalnya di Sepinggan.
“Kalau sudah sembuh kembali normal saya main lagi. Tidak akan pernah kapok. Ini sudah hobi saya. Sudah
cinta, tidak bisa berhenti,” tutur pria berkulit sawo matang ini.
Ahlan menggandurungi dunia olahraga beroda empat ini bukanlah hal yang mudah. Orangtuanya sempat
melarang dan uang yang dimiliki pun terbatas, tetapi Ahlan tidak patah arang.
Ahlan sering ikuti kompetisi skateboard tingkat provinsi maupun nasional.
“Sempat saya ikut pertandingan tingkat nasional pergi secara diam-diam, tidak izin sama orangtua. Pergi ke
sana kemari memakai uang tabungan. Harapannya kalau menang dapat uang dan bisa dipakai buat
pulang,” ungkapnya, mengungkit masa lalunya dalam menekuni skateboard.
Sebagai orangtua, Dodo Jusuf (64), mengungkapkan, anaknya sudah kepincut dengan skateboard.
Olahraga ini ibaratnya sudah mendarah daging. Dodo sempat bekomentar keras pada anaknya untuk
tinggalkan dunia skateboard.
“Saya sempat marah, saya melarang tapi memang Ahlan tidak berhenti. Tetap nekat main
terus skateboard.
Namun kini, kata Dodo, seiring waktu berjalan, dirinya sudah ikhlas dan lega akan terus mendukung bakat
minat hobi Ahlan di skateboard. Awalnya Dodo sempat berpikiran untuk apa bermain skateboard.
Sebab nilai yang didapat tidak ada kemanfaatan. Sebaliknya waktu itu Dodo selalu menganggap, hal
tersebut memunculkan kemudharatan, derita yang perih.
“Bangga juga anak saya sekarang dipilih untuk ikut bertanding di Asian Games, mewakili Indonesia. Bawa
nama harum Balikpapan kota kita tercinta. Saya dukung penuh,” ungkap Dodo.
Karena itu, tambahnya, “Saya doakan, anak saya bisa berhasil raih kemenangan. Membawa piala untuk
Balikpapan. Satu-satunya anak di Pulau Kalimantan yang mewaliki di Asian Games,” tegasnya, menutup
pembicaraan dengan Tribunkatim.co. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/berlatih-di-mandau.jpg)