Operasi Disiplin, Belasan PNS Terciduk Sedang di Mall di Samarinda, Alasan Cepat Pulang Anak Sakit

Operasi Disiplin, Belasan PNS Terciduk Sedang di Mall di Samarinda, Alasan Cepat Pulang Anak Sakit

Operasi Disiplin, Belasan PNS Terciduk Sedang di Mall di Samarinda, Alasan Cepat Pulang Anak Sakit
TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga
TERCIDUK - Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai honorer terjaring operasi disiplin di salah satu mall yang dilakukan personel Satpol PP gabungan, Selasa (22/10/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Operasi Disiplin, Belasan PNS Terciduk Sedang di Mall di Samarinda, Alasan Cepat Pulang Anak Sakit

Satpol PP Kota Samarinda bersama Satpol PP Provinsi Kaltim, menggelar operasi disiplin dengan sasaran Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta pegawai honorer.

Operasi penertiban itu didasarkan dari dua aturan, yakni PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Displin PNS dan Perwali Samarinda Nomor 11 tahun 2012 tentang Kode Etik PNS.

Selain itu, karena terdapat laporan masyarakat mengenai perilaku pegawai yang kerap keluyuran menggunakan seragam di luar maupun saat jam kerja.

Sejak Selasa (22/10/2019) pagi tadi, petugas melakukan pantauan di sejumlah pusat perbelanjaan (mall), seperti di Mesra Indah, Plaza Mulia, Lembuswana dan Samarinda Square.

Hasilnya, ditemui belasan pegawai yang kedapatan sedang berada di mall. Tidak hanya pegawai dari lingkungan Pemkot Samarinda yang terjaring, tetapi ada juga pegawai dari luar daerah yang ikut terjaring.

Bahkan, personel Satpol PP yang melakukan operasi dengan sopan menegur pegawai yang tengah keluyuran. "Maaf mengganggu kenyamanan ibu berbelanja," ucap salah satu petugas, Selasa (22/10/2019).

Dalih pegawai yang terjaring beragam, mulai dari membeli keperluan kantor, membeli makan siang, hingga alasan pulang cepat karena anaknya sakit.

"Semua alasan yang dilontarkan kita dengarkan, tetapi tetap kita proses, kita data dan beri teguran agar tidak mengulangi lagi," ucap Kasi PPNS Satpol PP Kota Samarinda, Andi M Asdal, Selasa (22/10/2019).

Lanjut dirinya menjelaskan, jam kerja pegawai dimulai pukul 07.30 - 16.00 Wita, namun semua yang terjaring masih berada di jam bekerja.

"Di jam kerja atau di luar jam kerja, tidak diperbolehkan menggunakan seragam, apalagi bukan untuk keperluan pekerjaan.

Tapi, jika ke mall dengan alasan untuk beli keperluan kantor, harus tunjukan surat tugas, tapi ini tidak bisa tunjukan," tuturnya.

Pada operasi kali ini, pihaknya hanya memberikan teguran tertulis saja, tidak dengan sanksi disiplin. Karena operasi kali ini difokuskan pada pembinaan dahulu.

"Teguran tertulis dulu agar tidak lagi mengulangi dan dapat fokus bertugas sebagai aparatur sipil negara," jelasnya.

"Operasi serupa akan kita laksanakan berkelanjutan dengan harapan semua pegawai dapat disiplin jalankan tugas," pungkasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved