Pejabat BNI Cabang Ambon Diduga Gelapkan Rp 58,95 Miliar, Miliki Selusin Mobil dan 10 Rumah Mewah

Dalam Sebulan Pejabat BNI Gelapkan Dana Rp 58,95 Miliar, Kehidupan mewah terduga Pelaku bermula saat jadi pejabat BNI cabang Ambon

Pejabat BNI Cabang Ambon Diduga Gelapkan Rp 58,95 Miliar, Miliki Selusin Mobil dan 10 Rumah Mewah
(KONTAN/Baihaki)
ILUSTRASI - Persediaan uang tunai BNI - Petugas membawa uang di cash center BNI, Jakarta, Senin (29/12/2014). (KONTAN/Baihaki) 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Direktur Bisnis Korporasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Putrama Wahju Setyawan mengakui perihal penggelapan dana sebesar Rp 58,95 miliar oleh oknum pegawai BNI.

Oknum pegawai BNI cabang Ambon itu yakni FY melakukan penggelapan dalam kurun sebulan.

FY diduga menjadi anggota/terlibat sindikat investasi imbal hasil tak wajar.

"(Dalam sebulan) itu, si oknum ini melakukan penggelapan," kata Putrama Wahju Setyawan di Jakarta, Senin (21/10/2019) kemarin.

Putrama Wahju Setyawan mengungkapkan, terungkapnya praktik penggelapan dana bank oleh oknum pegawainya setelah dilakukan pemantau atau pengecekan internal.

Usai mendapati ada yang tidak sesuai maka langsung ditindaklanjuti.

"Ini dari tim BNI sendiri. Kita mengedepankan proses hukum, tidak kami tutup-tutupi. Kami laporkan langsung," ujar Putrama Wahju Setyawan.

Menurut Putrama Wahju Setyawan, penggelapan dana bank oleh FY dilakukan melalui kewenangan yang dimilikinya sebagai Kepala Pemasaran BNI cabang Ambon.

Dana puluhan miliaran rupiah yang digelapkan tersebut diambil secara berkala dan tidak sekaligus.

"Jadi enggak serta merta langsung Rp 58,95 miliar. Pelan-pelan, bertahap," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved