Pemanfaatan Aset Pemprov Kalimantan Utara Masih Andalkan Retribusi, Ini Penjelasan BPKAD

Pemanfaatan Aset Pemprov Kalimantan Utara Masih Andalkan Retribusi, Ini Penjelasan BPKAD

Pemanfaatan Aset Pemprov Kalimantan Utara Masih Andalkan Retribusi, Ini Penjelasan BPKAD
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Plt Kepala BPKAD Kalimantan Utara Denny Harianto memberi pemaparan dalam 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (22/10/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR -Pemanfaatan aset Pemprov Kalimantan Utara masih andalkan retribusi, ini penjelasan BPKAD

Sumbangsih pemanfaatan aset milik Pemprov Kalimantan Utara mencapai Rp 20 miliar per tahun.

Hal itu didapatkan dari retribusi pengelolaan Pelabuhan Tengkayu I dan Pelabuhan Tengkayu II di Kota Tarakan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Utara Denny Harianto mengungkapkan, pemanfaatan aset bisa dioptimalkan untuk memberi sumbangsih pendapatan bagi daerah.

"Hanya saja untuk saat ini, kita masih mengandalkan retribusi dari Pelabuhan Tengkayu di Tarakan.

Seiring kebutuhan pembangunan, tidak tertutup kemungkinan kita cari upaya pemanfaatan aset lainnya," sebut Denny dalam 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (22/10/2019).

Denny mengaku, ada beberapa instrumen pemanfaatan yang bisa dilaksanakan untuk mendatangkan pemasukan bagi kas daerah.

Instrumen pemanfaatan tersebut seperti sewa kerja sama dengan pihak ketiga, pinjam pakai, kerja sama penyediaan infrastruktur.

"Saat ini kebijakannya sedang digodok. Mudah-mudahan masuk dalam program prioritas legislasi," ujarnya.

"Jadi ke depan bisa disewakan kepada perseorangan atau pun swasta yang penting ada kesempatan klausul kerja sama," tambahnya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga dan mengawasi aset-aset dari kemungkinan terkena bencana alam atau kondisi darurat lainnya.

Selain melakukan pengamanan melalui personel-personel di Pemprov, beberapa aset juga diklaim sudah disuransikan.

"Iya, sudah ada beberapa yang diasuransikan untuk mencegah force majeure yang tidak kita rencanakan dan tidak kita rencanakan.

Karena ini berkenaan dengan aset besar sehingga perlu kita proteksi, salah satunya dengan asuransi," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved