Pernah Menteri Tapi Pilih Mundur, Inilah Kandidat Kuat Jaksa Agung, Posisi yang Jadi Incaran NasDem

Susunan kabinet kerja jilid 2 kembali beredar, satu nama menteri yang pernah mengundurkan diri menguat menjadi Jaksa Agung

Pernah Menteri Tapi Pilih Mundur, Inilah Kandidat Kuat Jaksa Agung, Posisi yang Jadi Incaran NasDem
Kompas.com/DIAN MAHARANI
Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Hasanudin, Jakarta Selatan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin menilai koalisi Jokowi-Maruf Amin terlihat mulai tidak solid.

Menurut Ujang, pernyataan Ketua Umum Partai Nasdem menyiratkan hal tersebut.

"Iya, betul (koalisi Jokowi-Maruf terlihat tidak solid," ujar Ujang di Jakarta, Senin (21/10/2019).

 Janji Jokowi Periode ke-2 Kabar Buruk PNS? Ini Tunjangan & Jabatan Dipangkas, 430ribu PNS Terdampak

 Kabar Buruk, Hasto Kristyanto Persilakan Surya Paloh Out dari Jokowi, Demi Akomodir Prabowo Subianto

 Prabowo Menteri Pertahanan, Profil Susi Pudjiastuti Cocok Isi Kabinet Jokowi Periode 2, Menteri Ini

 Inikah Daftar Menteri Jokowi 2019 - 2024?Ada 2 Kelahiran Sumut di Kabinet Kerja Jilid 2, Bukan Luhut

Menurut Ujang, pernyataan Surya Paloh menjadi peringatan terhadap Jokowi yang mengakomodir Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke dalam kabinet.

Selain itu, kata dia, bisa jadi karena Jokowi tidak memberikan posisi Jaksa Agung kepada Nasdem, tetapi diberikan kepada profesional.

"ini berbahaya bagi Jokowi karena selama lima tahun, Nasdem tahu kelemahan-kelemahan Jokowi dari dalam," tandas dia.

Menurut Ujang, Surya Paloh dan nasdem memiliki peran sangat sentral dalam mendukung dan mengawal Jokowi selama lima tahun pertamam.

Namun pada Pilpres 2019, kata dia, Nasdem perannya merasa dikurangi oleh Jokowi

"Karena itu, Nasdem saat ini sering mengkritik Jokowi. Bahkan siap untuk menjadi oposisi. Namun dugaan saya. Nasdem tetap akan dikoalisi Jokowi namun minta perannya lebih besar lagi seperti pada periode pertama," ungkap dia.

Lebih lanjut, Ujang mengingatkan koalisi yang dibangun atas dasar kepentingan, kompromi politik, dan pragmatisme tak akan pernah solid. Koalisi tersebut akan mudah pecah. 

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved