Pesantren akan Dapat Dana Abadi, bisa Lahirkan Santri Unggul

Pesantren akan Dapat Dana Abadi, bisa Lahirkan Santri Unggul. Dengan lahirnya UU Pesantren akan memajukan pesantren

Pesantren akan Dapat Dana Abadi, bisa Lahirkan Santri Unggul
TribunKaltim.Co/Evi Rohmatul Aini
Ketua Tanfidziyah Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Balikpapan Selatan Miftahul Ulum 

TRIBUKALTIM.CO, BALIKPAPAN -Pesantren akan dapat dana abadi, bisa lahirkan santri unggul

Dalam Undang-Undang (UU) Pesantren ada enam poin, satu poin yang menjadi sorotan yaitu terkait dana abadi yang hasil pengelolaannya dibagikan ke pesantren. 

Banyak yang menuai pro kontra mengenai UU Pesantren. Muhammadiyah sempat menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren tersebut,

lantaran dianggap tidak menyuarakan seluruh aspirasi ormas Islam serta dinamika pertumbuhan dan perkembangan pesantren.

Busyro Muqaddas sempat juga melayangkan surat kepada DPR agar menunda pengesahan RUU Pesantren. Muhammadiyah menilai keputusan itu terlalu dipaksakan.

Namun berbeda pandangan dengan Nadhlatul Ulama (NU) yang justru mendorong DPR agar segera mengesahkan UU tersebut.

NU menilai isi keseluruhan RUU tersebut dinilai sudah mengakomodasi keberagaman pesantren di Indonesia.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Tanfidziyah Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama
(MWC NU) Balikpapan Selatan Miftahul Ulum. Ia menilai dana abadi itu perlu untuk pesantren.

Dirinya mengatakan, pemerintah memang sudah sepatutnya memberikan penghargaan kepada para santri dengan mengesahkan UU Pesantren.

"Sebelum NKRI ini ada para santri juga berperan aktif dalam perjuangan, jadi sudah sepatutnya pemerintah memberikan itu," ujarnya kepada Wartawan tribunkaltim.co.

Ia menambahkan, jika pesantren diberikan dana abadi maka sarana dan prasarana lebih maju dan maksimal sehingga dapat menunjang proses belajar mengajar di pesantren itu sendiri.

Selain itu, ia berharap jika sarana prasarana terpenuhi maka pesantren bisa melahirkan santri yang unggul, karena saat ini para santri di pesantren tidak hanya belajar agama tapi juga ilmu pengetahuan umum dan sains.

"Kalau sarana prasarana lebih maju dan maksimal, nanti kan jadi santri unggul Insya Allah Indonesia maju," tutupnya. (*)

Penulis: Evi Rohmatul Aini
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved