Wabup Berau Agus Tantomo Keluhkan Pipa dan Kabel Listrik Penyumbat Drainase

Wabup Berau Agus Tantomo Keluhkan Pipa dan Kabel Listrik Penyumbat Drainase

Wabup Berau Agus Tantomo Keluhkan Pipa dan Kabel Listrik Penyumbat Drainase
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Setiap musim hujan, jaringan drainase dalam kota kerap tidak berfungsi secara maksimal karena banyaknya sampah dan bersinggungan dengan jaringan kabel dan pipa air bersih. Akibatnya, badan jalan digenangi air hingga ke pemukiman warga. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Memasuki musim penghujan, masyarakat Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur harus bersiap menghadapi banjir. Tidak hanya di pemukiman penduduk, banjir juga kerap menggenangi sekolah dan fasilitas jalan umum.

Untuk menghadapi kondisi ini, Pemkab Berau sejak awal tahun 2019 gencar membangun drainase, untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. Namun Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo menilai, membangun drainase saja tidak cukup. Perawatan juga diperlukan, agar drainase berfungsi secara maksimal dengan membuang sampah atau sedimentasi yang menghambat aliran air.

Agar tidak tumpang tindih dan saling melempar tanggung jawab saat banjir terjadi, Agus Tantomo menegaskan, beberapa instansi atau Organisasi Perangkat Daetah (OPD) yang bertanggung jawab mengurusi drainase.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman bertanggung jawab dalam perencanaan, perbaikan dan pembangunan drainase.

Sementara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau diserahi tanggung jawab untuk menjaga kebersihan drainase, agar air mengalir dengan lancar dan tidak menggenangi jalan dan pemukiman.

Lulusan Planologi atau Tata Kota dari Universitas Hasanuddin, Makassar ini juga menyoroti penataan jaringan pipa air maupun kabel jaringan telepon yang berada dalam drainase.

Agus meminta pipa yang selama ini menutup drainase segera dipindahkan, agar saluran drainase berjalan normal.
Agus mengaku kerap menemukan beberapa titik drainase dalam kota yang tersumbat sampah. Sampah-sampah tersebut tersangkut di pipa distribusi PDAM, kabel PLN maupun kabel milik Telkom. “Ini yang menjadi salah satu kendala dalam pemeliharaan dan normalisasi drainase. Saya ada temukan di beberapa titik pipa dan kabel yang ada di drainase dan ini saya minta dibersihkan,” tegasnya.

Kepala Bidang Kebersihan DLHK Berau, Junaidi, mengatakan, selama ini kegiatan pemeliharaan drainase diprogramkan lintas OPD.

Dengan instruksi dari Wakil Bupati ini, menurutnya akan membuat DLHK lebih mudah menjaga kebersihan drainase sehingga bisa berfungsi optimal. Yakni mengalirkan air hujan dan mengurangi genangan.

Untuk mencegah dan mengurangi dampak banjir ini, DLHK Berau mengerahkan 120 personel, 40 orang di antaranya bertugas melakukan pemeliharaan drainase setiap hari, di jalan dan pemukiman dalam kota Tanjung Redeb.

DLHK tetap mengusulkan penambahan personil maupun peralatan pendukung kegiatan pemeliharaan dan normalisasi drainase.(gef)

Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved