Penyelenggara Pemilu

10 Penyelenggara Pemilu Terima Santunan di Kabupaten ini Tapi 3 Orang Belum Kebagian

Untuk Kabupaten Paser sendiri, lanjut Qayyim, ada 14 penyelenggara Pemilu ad hoc seperti Panitia Pemilihan

10 Penyelenggara Pemilu Terima Santunan di Kabupaten ini Tapi 3 Orang Belum Kebagian
TRIBUNKALTIM.CO/ SARASSANI
Abdul Qayyim Rasyid, Ketua KPU Paser 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Santunan untuk 11 orang penyelenggara Pemilu ad hoc yang sakit atau meninggal dunia menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paser Abdul Qayyim Rasyid, Rabu (23/10/2019), telah disalurkan oleh KPU RI kepada yang bersangkutan atau ahli warisnya.

“Masih ada 3 orang penyelenggara Pemilu ad hoc yang belum mendapat santunan, yang kami mohon bisa bersabar karena banyaknya berkas usulan yang harus dinilai tim verifikasi medis KPU RI,” kata Qayyim kepada tribunkaltim.co.

Untuk Kabupaten Paser sendiri, lanjut Qayyim, ada 14 penyelenggara Pemilu ad hoc seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang diusulkan mendapat santunan karena sakit atau meninggal dunia.

“Ada 1 orang meninggal dunia, ahli warisnya menerima santunan Rp 36 juta. Itu sudah disalurkan dua bulan yang lalu, sekarang KPU RI menyalurkan santunan untuk 10 penyelenggara Pemilu ad hoc yang sakit, jadi masih 3 orang lagi yang belum mendapat santunan karena sakit,” ucapnya.

Dibandingkan dengan penyelenggara Pemilu ad hoc kabupaten/kota di Kaltim lainnya, tambah Qayyim, Paser yang paling banyak dan tercepat realisasi penyaluran santunannya, sehingga ada kemungkinan kekurangannya akan segera direalisasikan.

Jumlah santunan yang diterima setiap 10 penyelenggara Pemilu ad hoc bervariasi.

Selain diukur dari lama penyelenggara dirawat inap, tim verifikasi medis KPU RI juga menilai hasil rekam medis selama penyelenggara Pemilu ad hoc itu menjalani rawat inap.

“Yang pasti santunan yang telah diterima 10 penyelenggara Pemilu ad hoc di atas nilai yang kita usulkan. Seperti petugas KPPS Muara Komam atas nama Sugianor menerima santunan Rp 15 juta, kemarin dia menjalani rawat inap lebih dari satu minggu,” tambahnya. (aas)

Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved