Karhutla

300 Hektar Lahan Terbakar selama 2019 BPBD Kabupaten ini Catat 59 Kasus Karhutla

termasuk kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di RT 3 Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam yang terhadi pada siang hari, Selasa (22/10/2019) kemarin.

300 Hektar Lahan Terbakar selama 2019 BPBD Kabupaten ini Catat 59 Kasus Karhutla
HO/BPBD PPU
Petugas BPBD PPU dibantu personil TNI berusaha memadamkan asap pada kebakaran lahan gambut di Kelurahan Petung. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara mencatat sepanjang tahun 2019 terdapat 59 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penajam Paser Utara. Lokasi kasus, didominasi di Kecamatan Penajam.

Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD Penajam Paser Utara, Nurlaila menyatakan tahun ini merupakan kasus karhutla terbanyak. "Hampir 300an hektare yang terbakar," katanya, Rabu (23/10/2019).

Sebanyak 59 kasus, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di RT 3 Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam yang terhadi pada siang hari, Selasa (22/10/2019) kemarin.

Lokasi RT 3 Desa Giripurwa, merupakan eks karhutla yang meluas hingga RT 11 dan 12 Kelurahan Petung.Terjadi pada September 2019 lalu.

Penanganan kebakaran lahan jenis gambut tebal ini, berlangsung lebih dari 10 hari dengan jumlah lebih dari 200 personel di lapangan.

Namun Nurlaila menegaskan, lokasi yang terbakar kali ini, berada di tempat berbeda dari eks karhutla sebelumnya.

"Lokasi RT-nya sama, tapi area titik asap yang terbakar saat ini berbeda. Meskipun diwilayah sama yakni RT 3 Giripurwa," sebutnya.

Petugas BPBD dilapangan mengidentifikasi, saat ini jumlah luasan area yang terbakar sekira 5 hektare.

"Sejak kemarin, kita lakukan penanganan. Tadi pagi, kami lanjut penanganan bersama dinas pertanian dan PT KMS," imbuhnya.

Dilapangan, petugas berjibaku dengan asap dan api menggunakan 3 unit alkon portabel, masing-masing milik instansi terkait.

Jenis lahan yang terbakar adalah lahan gambut, yang meluas hingga ke perkebunan sawit.

"Terbakar kebun sawit aktif, yang jumlah pohon terbakar belum kami lakukan pendataan," lanjutnya.

Penyebab kebakaran lahan pun, masih dalam tahap identifikasi pihak kepolisian.

"Kita maksimalkan penanganan dan minimalisir penambahan luas. Kita lihat perkembangan nanti. Hari ini sampai sore kita lakukan penanganan, kira-kira butuh tambahan alat atau tidak untuk meminimalisir kebakaran itu," pungkasnya. (m10)

Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved