Angkasa Pura Balikpapan Akui Tanaman dan Hewan Disita Bukan Domestik, Pengiriman Melalui Singapura

Angkasa Pura Balikpapan Akui Tanaman dan Hewan yang Disita Bukan Domestik, Pengiriman Melalui Singapura

Angkasa Pura Balikpapan Akui Tanaman dan Hewan Disita Bukan Domestik, Pengiriman Melalui Singapura
tribunkaltim.co/Muhammad Fachri Ramadhani
General Manager Angkasa Pura Farid Indra Nugraha 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -Angkasa Pura Balikpapan Akui Tanaman dan Hewan yang Disita Bukan Domestik, Pengiriman Melalui Singapura

General Manager Angkasa Pura Balikpapan, Farid Indra Nugraha menegaskan, hasil tanaman dan hewan yang disita Balai Karantina Pertanian bukan berasal dari domestik.

Organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dan hama penyakit hewan karantina (HPHK) berasal dari luar negeri.

Artinya manajemen pengawasan di bandara domestik khususnya yang dikelola Angkasa Pura sudah berjalan sesuai dengan fungsinya.

"Itu barang sitaan karantina bukan berasal dari domestik. Penahanan karantina dan custom merupakan barang dari luar negeri. Mereka tak dilengkapi sertifikat barang bawaan di kabin," jelasnya, Kamis (24/10/2019).

Angkasa Pura berkomitmen turut mendukung upaya penghentian masuknya OPTK dan HPHK yang dianggap berbahaya. Lantaran berpotensi membawa hama penyakit, tak hanya untuk tanaman dan hewan juga manusia.

"Semua yang berasumsi menimbulkan wabah baik dari hewan dan tumbuhan memang dilarang. Kami bagian dari tim yang terlibat, tentu suport," ujarnya.

Kebanyakan barang tersebut berasal dari China, masuk ke Indonesia melalui jalur penerbangan Singapura.

"Bukan dari domestik ke domestik. Berasal dari China dan Singapura. Tentu saja menggunakan penerbangan singapura, Silk Air," bebernya.

Balai Karantina Pertanian Lakukan Pemusnahan

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved