Berita Pemkab Kutai Barat

Serahkan Bantuan Pangan Non Tunai, Bupati Kubar Berharap Tidak Membuat Malas untuk Bekerja

Melalui bantuan tersebut para Kepala Kampung dan Camat dapat memantau dan mengevaluasi serta mengajak seluruh masyarakat di daerahnya

Serahkan Bantuan Pangan Non Tunai, Bupati Kubar Berharap Tidak Membuat Malas untuk Bekerja
HUMASKAB KUBAR
Bupati FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja dalam acara penyerahan simbolis kartu bantuan pangan non tunai yang dilaksanakan Dinas Sosial di BPU Kelurahan Barong Tongkok, Rabu (23/10/2019). 

SENDAWAR – Bantuan pangan non Tunai berupa Beras dan telur yang diberikan kepada masyarakat miskin diharapkan tidak membuat masyarakat semakin malas untuk bekerja. Namun mendorong peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat.

Berikut membaca situasi dan kondisi serta menggali informasi masyarakat pra sejahtera yang sangat diharapkan adalah bantuan bibit serta peralatan pertanian.

Melalui bantuan tersebut para Kepala Kampung dan Camat dapat memantau dan mengevaluasi serta mengajak seluruh masyarakat di daerahnya untuk bercocok tanam untuk peningkatan asupan gizi keluarga, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Bupati FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja dalam acara penyerahan simbolis kartu bantuan pangan non tunai yang dilaksanakan Dinas Sosial di BPU Kelurahan Barong Tongkok, Rabu (23/10/2019).

Tidak henti-hentinya Bupati mengimbau kepada seluruh masyarakat, jangan sampai dengan adanya bantuan, ditahun yang akan datang jumlah masyarakat miskin di Kubar menjadi betambah.

Mari kita sadar dan mulai dari saat ini kita merubah pola hidup kita, dimana setiap hari kita luangkan waktu paling tidak satu sampai dua jam pagi dan sore hari dalam satu hari kita luangkan waktu empat jam untuk bekerja dikebun atau ladang untuk bercocok tanam, baik menanam sayur ataupun tanaman produktif lainnya seperti karet atau sawit.

Turut hadir Kepala Kejaksaan Kubar, Pengadilan, Asisten I, Kepala PD, Kepala Bank Mandiri Sendawar, Camat serta Petinggi dilingkungan Pemkab Kubar.

“Saya tentunya sangat sedih dengan kondisi ini, dimana masyarakat penerima kartu bantuan non tunai masih cukup signifikan jumlahnya di Kubar,” katanya.

Yapan mengimbau masyarakat agar dapat mengubah pola pikir dan pola hidup kita. Tidak menutup kemungkinan sepuluh tahun yang akan datang kita akan tersingkir, dimana Kubar sendiri sebagai daerah yang dekat dengan Ibu Kota Negara mau tidak mau kita harus siap menghadapi persaingan kedepan, oleh sebab itu mari kita merupah pola pikir dan pola hidup.

Lebih lanjut Bupati menambahkan, penyaluran raskin yang diganti dengan menggunakan kartu elektronik diberikan langsung kepada rumah tangga sasaran, sehingga bantuan sosial dan subsidi akan disalurkan secara non tunai dengan menggunakan sistem perbankan. Sistem baru penyaluran bantuan pangan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai.

Penyerahan bantuan kali ini akan diberikan secara simbolis kepada 130 Kepala Keluarga yang terdapat di Kecamatan Barong Tongkok, Kecamatan Melak, Kecamatan Sekolaq Darat dan, Kecamatan Damai dari total 8.878 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kartu Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp 110 ribu dapat dipergunakan untuk membeli beras dan telur melalui E-Warong yang telah ditunjuk.

“Saya harap kedepan kepada seluruh penerima bantuan ini terstimuli atau terdorong untuk meningkatkan kapasitas diri menuju kemandirian ekonomi dengan mau maju, berani mencoba, bekerja keras meraih hidup yang lebih berkualitas. Saya harap dari tahun ketahun jumlah penerima ini semakin berkurang karena ini juga bagian indikator keberhasilan pemerintah melaksanakan pembangunan secara berkesinambungan,” katanya.

Pemerintah terus mengupayakan bagaimana melaksanakan pembangunan yang adil dan merata dari pinggiran menuju perkotaan. Dan ini pun harus didukung oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Saya minta para aparatur pemerintahan kampung, pemerintahan kecamatan hingga seluruh elemen seperti Tim Penggerak PKK dan lain sebagainya agar mendorong masyarakat untuk mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Tanam apa yang kita makan dan makan apa yang kita tanam. Begitu juga beternak atau budidaya apa yang kita makan dan makan apa yang kita ternak atau budidayakan,” ujarnya.

Jangan sampai kita masuk kategori pra sejahtera diatas lahan pekarangan yang luas dan subur yang notabene mendukung tersedianya sumber pangan. Saya yakin pemberdayaan masyarakat yang lebih optimal disegala lini dengan melibatkan seluruh sektor bahkan swasta dan perluasan jejaring kemitraan akan membantu masyarakat untuk dapat berdikari menuju hidup sejahtera.(hms10)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved