Ini Sosok Penari Hudoq yang Berhasil Mencuri Perhatian Pengunjung, Ini Keunikannya
Ini Sosok Penari Hudoq yang Berhasil Mencuri Perhatian Pengunjung, Ini Keunikannya
Penulis: Febriawan | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BilANG - Ini Sosok Penari Hudoq yang Berhasil Mencuri Perhatian Pengunjung, Ini Keunikannya.
Sosok bocah berusia tiga tahun bernama Delon Steven Liah,
berhasil menyedot perhatian pengunjung pada Festival Hudoq Cros Border 2019,
di Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu ( Hulu ).
Meskipun usianya masih tergolong belia, Anak dari pasangan Yohanes Gelang dan Elisabet Lun ini,
tidak malu-malu untuk tampil di tengah lapang bergabung dengan para penari yang lebih senior darinya.
Tanpa rasa malu Ia melenggak-lenggok menggunakan pakaian hudoq yang terbuat dari
rumbai daun pisang mengikuti irama musik menari di tengah lapangan.
Melihat aksinya yang unik anak kelahiran Ujoh Bilang 25 Maret 2017 ini, menyedot perhatian pengunjung.
Ia pun langsung diserbu pengujung, lalu mengabadikan gambarnya dengan telepon genggam.
Rupanya sang ayah Yohanes Gelang, heran melihat putra bungsunya itu pintar menari dan tidak
merasa malu untuk tampil di depan umum.
"Saya enggak pernah merasa ngajarin. Cuma memang sering diajak lihat orang menari,” kata Yohanes Gelang.
Ia pun kaget setelah Delon anaknya memintanya mengantarkan ke lapangan untuk ikut menari hudoq.
“Saya kaget Dia (Delon) minta dipakaikan baju topeng dan baju hodoq, dia mau ikut menari,” ujarnya.
Melihat kemauan anaknya yang begitu besar, Gelang pun bergegas memakaikan ia peralatan tarian hudoq.
Lalu mengantarkan anaknya ke lapangan ikut bergabung bersama para penari hudoq.
Bakat seni di keluarga Yones Gelang rupanya memang menurun dari Yohanes dan istrimya.
Yang juga pintar menari hudoq. Bahkan ketiga anaknya yang lain juga mahir menari hudoq.
Dan tak jaran bila ada acara kesenian anak – anaknya selalu tampil membawakan tarian hudoq.
Yohanes Gelang mengaku tidak pernah mengajari anak – anaknya menari, namun mereka selalu
mendukung anak – anaknya bila ingin menari.
Dengan turut membantu menyiapkan peralatan seperti
topeng dan baju hudoq.
Menurutnya melihat anaknya yang mau belajar kesenian adalah suatu kebanggaan tersendiri,
apalagi ke dua orangtuanya adalah pecinta kesenian.
"Kami selalu mendukung apalagi saya dan ibu adalah asli orang Dayak Bahau, dan kesenian ini harus terus
dilestarikan,” tuturnya. (naw).
Menari Hudoq Selama 24 Jam, Kabupaten Mahakam Hulu Terima Rekor MURI
Diberitakan sebelumnya, Jumat (25/10/2019) merupakan momentum yang ditunggu - tunggu masyarakat
Kabupaten Mahakam Ulu ( Mahulu ).
Karena untuk yang kedua kalinya Mahulu berhasil memecahkan rekor MURI pada Festival Hudoq Cros
Border 2019, yakni menari hudoq 24 jam tanpa henti.
Rekor yang sama juga telah diraih Mahulu pada event yang sama di tahun 2018 lalu, dengan jumlah
penari hudoq terbanyak.
Sejak Kamis (24/10) lalu, ribuan masyarakat Mahulu berkumpul di lapangan Ujoh Bilang. Mereka
secara bergantian menari hudoq selama 24 jam tanpa henti.
Torehan prestasi di bidang kesenian dan kebudayaan itu, membuahkan sertifikat MURI yang langsung
diberikan perwakilan MURI kepada Bupati Mahulu Bonifasius Belawa Geh di lapangan Ujoh Bilang.
Dan rencananya akan diserahkan malam ini.
Hinggall saat ini baik anak -anak, remaja hingga orang dewasa menggunakan pakai tarian hudoq masih berkumpul di lapangan Ujoh Bilang.
Mareka masih bersemangat menari hudoq dengan berbaris berkeliling lapangan sembari menunggu
penyerahan sertifikat rekor MURI kepada Bupati Mahulu.
Nampak Bupati Mahulu Bonifasius Belawa Geh telah tiba di panggung utama begitu juga Wakil Bupati,
Sekda, Ketua DPRD tokoh masyarakat, adat dan kepala OPD sudah hadir di panggung utama
lapangan Ujoh Bilang.
Untuk menyaksikan penyerahan sertifikat rekor Muri.
Menari Hudoq Selama 24 Jam
Sebelumnya, hingga pukul 09.00 Wita pagi ini Jumat (25/10/2019),
masyarakat Mahakam Ulu atau Mahulu masih terlihat antusias mengikuti tarian hudoq.
Gelaran acara ini di lapangan Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur.
Masyarakat terus menari hudoq tanpa henti secara bergantian dari pukul 20.00 Wita Kamis 24/10/2019
malam hingga pukul 20.00 malam ini, Jumat (25/10/2019).
Mereka terlihat sangat antusias, dengan menggunakan pakaian dari rumbai daun pisang puluhan orang
terlihat mengelilingi lapangan Ujoh Bilang Mahulu.
Sembari kepala yang bergeleng geleng ke kiri dan lenggok ke kanan, yang diikuti gerakan
tangan, menari hudoq.
Di mana pada Festival hudoq Cros Border 2019, yang diselenggarakan Pemkab Mahulu Kalimantan Timur
tahun ini, akan kembali memecahkan rekor muri, dengan menari hudoq selama 24 jam.
Yang dimulai sejak pukul 20.00 Wita kamis malam.
Untuk diketahui pada tahun 2018 lalu.
Dievent yang sama, rekor muri telah diraih.
Dengan penari hudoq terbanyak dengan melibatkan dua ribu lebih penari hudoq.
Dijadwalkan tarian hudoq ini akan berakhir pukul 20.00 malam ini, dan pada saat yang sama
juga Mahulu akan mendapatkan penghargaan muri dengan menari hudoq 24 jam tanpa henti.
Selah seorang penari hudoq, Madang (40) dari Kecamatan Long Pahangi mengaku.
Sengaja jauh-jauh datang dari kampungnya di hulu sungai Mahakam
Dan melewati riam, untuk memeriahkah festival hudoq cros border ini.
“ Saya bangga dengan tarian hudoq yang merupakan budaya leluhur kami,” ujarnya.
Menurutnya melalui acara ini, dapat mendorong generasi muda di Mahulu untuk hoby menari hudoq,
sehingga budaya ini terus dilestarikan.
Sebab kata Madang masyarakat yang datang untuk menyaksikan tarian hudoq ini di lapangan khususnya
anak– anak, remaja terdorong untuk turut serta menari.
Dan dari situ lah mereka akan belajar hingga melestarikan budaya tarian hudoq.
“Saya ucapakan terima kasi kepada pemerintah khususnya Pemkab Mahulu yang telah melaksakan kegitan
ini, guna untuk terus melestarikan budaya ini,” tandasnya.
Baca Juga;
• Masyarakat Mahulu Kembali Bakal Pecahkan Rekor MURI Menari Hudoq Selama 24 Jam
• Bupati Sambut Kedatangan Walikota Samarinda, Hadir Menyaksikan Festival Hudoq Cross Border 2019
• Tutup Upacara Hudoq Pekayang di Kampung Lirung Ubing, Bupati: Ini Bisa Jadi Daya Tarik Wisata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/selfi-nih.jpg)