Mimpi Aneh Soeharto Soal Sinden & Gamelan Sebelum Wafat, Hingga Respon Tak Terduga Keluarga Cendana

Mimpi Aneh Soeharto Soal Sinden & Gamelan Sebelum Wafat, Hingga Respon Tak Terduga Keluarga Cendana

Mimpi Aneh Soeharto Soal Sinden & Gamelan Sebelum Wafat, Hingga Respon Tak Terduga Keluarga Cendana
www.tututsoeharto.id
Soeharto saat di rumah sakit bersama keluarga 

Selang dua tahun dari mimpi itu, Soeharto kemudian meninggal dunia di tahun 2008.

Kejadian aneh jelang Bu Tien  Soeharto wafat

Sebelumnya, hal tak kalah aneh juga sempat dialami Soeharto menjelang Bu Tien wafat

Dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories" terbitan Gramedia Pustaka Utama (2011), seorang pengelola restoran, Hioe Husni Wirajaya menceritakan pengalamannya saat bertemu Soeharto.

Saat itu Soeharto mengalami peristiwa yang tidak biasa menjelang wafatnya sang istri, Bu Tien

Dalam buku tersebut, Hioe mengaku pernah menemani Soeharto mengunjungi Pulau Tunda, pada 26 April 1996.

Saat itu, Soeharto baru saja selesai menjalankan salat Jumat.

Cemburu Sang Suami Diam-diam Temui Istri Soekarno, Bu Tien Sampai Sempat Diamkan Soeharto

Begitu sampai di Pulau Tunda, Soeharto langsung memancing saat sore hari.

Beberapa saat kemudian, Soeharto berhasil mendapatkan dua ekor kakap merah berukuran besar.

Namun, tiba-tiba saja muncul hujan yang disertai angin kencang, dan cuaca pun gelap.

Seketika mereka menghentikan kegiatan memancing itu.

"Pada saat itu arus bawah laut juga deras, sehingga dari kapal Lemuru yang beliau gunakan memancing, Pak Harto pindah ke Kapal Madrim yang lebih besar, dan saya ikut bersamanya,"kata Hioe.

Namun, peristiwa yang tidak biasa kembali terjadi.

Saat akan mandi, Soeharto tiba-tiba kehabisan air.

"Pak Harto tidak marah, beliau hanya meminta diberi air Aqua untuk melap tubuh. Saya menduga ada yang tidak sengaja atau lupa mematikan keran wastafel ketika mencuci tangan pada saat Bapak sedang memancing tadi,"ujar Hioe.

Tidak hanya itu, saat akan makan malam bersama para pejabat lainnya, termasuk Kepala Desa Tunda, genset di kapal tersebut tiba-tiba mati.

Sedangkan, saat itu juga terjadi hujan, dan angin semakin menjadi-jadi.

Akibatnya, kapal itu pun harus ditambatkan ke kapal Baracuda.

Dalam suasana seperti itu, diam-diam Hioe memperhatikan Soeharto.

"Saya melihat pandangan mata beliau tampak kosong. Saat itu juga Pak Harto memutuskan batal memancing di hari Sabtu besok karena memperkirakan arus masih akan sangat kuat hingga keesokan harinya," kata Hioe.

Pada hari Minggu, Hioe pun mendapatkan kabar duka.

Saat itu, istri Soeharto, Bu Tien meninggal dunia.

Hioe kemudian teringat lagi tiga peristiwa tidak biasa yang terjadi pada Soeharto saat memancing sebelumnya.

"Saya tercenung dan menduga-duga, apakah tiga peristiwa dalam waktu berdekatan itu diantarkan alam semesta kepada Pak Harto, sebagai isyarat duka bagi beliau yang akan kehilangan istri terkasih untuk selamanya?"tanya Hioe.

Soeharto amat terpukul atas meninggalnya Bu Tien

Hal ini diungkapkan oleh Satyanegara, dokter ahli bedah saraf yang juga anggota Tim Dokter Kepresidenan, dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories" terbitan Gramedia Pustaka Utama (2011)

Meski Soeharto sebagai sosok yang tegas dan tangguh, Satya ingat Soeharto dalam keadaan sangat sedih saat Bu Tien meninggal

"Ketika itu 28 April 1996, saya mendapat kabar bahwa Ibu Tien meninggal dunia," ucap Satya.

Ketika itu jenazah Ibu Tien dibaringkan di ruang tamu. Satya masuk untuk menyampaikan belasungkawa.

Soeharto dan Ibu Tien
Soeharto dan Ibu Tien (Ho / NET)

Terungkap, Soeharto Punya Cara Khusus Pilih Calon Menteri Kabinet Orde Baru, Minim Libatkan Wapres

Testimoni Wiranto Jelang Pelantikan Presiden, Bandingkan Jokowi dengan Gus Dur, BJ Habibie, Soeharto

Jadi Menteri Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Wiranto Bersyukur Jokowi Menang atas Prabowo Subianto

"Pak Harto memeluk saya, kemudian berkata sangat perlahan, 'Piye to, kok ora iso ditolong...? (Bagaimana, kok tidak bisa ditolong?)'," tutur Satya.

Satya tidak mampu mengucapkan satu kata pun. Sosok yang dikenal sebagai "The Smiling General" itu beberapa kali mengusapkan tetesan air matanya dengan sapu tangan.

"Saya hanya tertegun, turut merasakan dalamnya kepiluan di hati Pak Harto," tutur pria yang mendapat gelar doktor bidang neurologi dari Universitas Tokyo pada 1972 itu.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Keluarga Tertawa Dengar Mimpi ‘Aneh’ Soeharto Sebelum Wafat, Padahal Diceritakan dengan Nada Serius, https://jatim.tribunnews.com/2019/10/26/keluarga-tertawa-dengar-mimpi-aneh-soeharto-sebelum-wafat-padahal-diceritakan-dengan-nada-serius
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved