Pemindahan Ibu Kota Negara Ancam Eksistensi Kesultanan Kutai? Ini Jawaban Kerabat Sultan

Pemindahan Ibu Kota Negara Ancam Eksistensi Kesultanan Kutai? Ini Jawaban Kerabat Sultan

Pemindahan Ibu Kota Negara Ancam Eksistensi Kesultanan Kutai? Ini Jawaban Kerabat Sultan
(KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)
Museum Mulawarman di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (19/10/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemindahan Ibu Kota Negara Ancam Eksistensi Kesultanan Kutai? Ini Jawaban Kerabat Sultan.

Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tak khawatir

pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur akan mengancam eksistensi budaya kesultanan.

Haryanto Bachroel, salah satu Kerabat Kesultanan Kutai di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara,

Kalimantan Timur, mengatakan, masyarakat Kutai sudah berinteraksi dengan penduduk luar sejak zaman

kesultanan Kutai dulu.

Kesultanan Kutai sering didatangi orang luar termasuk mancanegara karena dinilai sebagai kota emas

selain Pulau Jawa. "Jadi tidak masalah," kata dia, Sabtu (26/10/2019) saat dikonfirmasi.

Kesultanan sudah memelihara budaya sejak 700 tahun lalu.

Di Tenggarong, Kutai Kartanegara, setiap tahun digelar budaya Erau.

Halaman
1234
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved