Walikota Bontang Ingatkan Bahaya Media Sosial Mulai dari Asusila Hingga Paham Radikalisme

Walikota Bontang Kalimantan Timur ingatkan bahaya media sosial, mulai dari asusila hingga paham radikalisme.

Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/HO Humas Bontang
IRUP - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memimpin pelaksanaan Apel Hari Sumpah Pemuda di Halaman Kantor Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur pada Senin (28/10/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Walikota Bontang, Neni Moerniaeni mengajak seluruh pemuda bijak menggunakan media sosial.

Ajakan ini disampaikan Neni pada sambutan saat memimpin Apel Hari Sumpah Pemuda di Halaman Kantor Walikota Bontang, Jalan Moh Roem, Kota Bontang Kalimantan Timur pada Senin (28/10/2019).

Neni mengatakan, para kaum milenial saat ini tak bisa dilepaskan dari media sosial.

Namun, media sosial layaknya pisau bermata dua, memiliki manfaat maupun imbas negatif.

Untuk itu, para pemuda harus menjadi teladan bagi seluruh pihak supaya bersama-sama bijak menggunakan medsos.

Sebab, tak sedikit dampak negatif yang ditimbulkan dari penyalahgunaan medsos, mulai dari pornografi hingga seperti baru-baru ini isu radikalisme.

Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter.

Kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi.

"Tak mudah terpapar isu-isu radikalisme," ujar Neni dalam sambutannya.

Menurut Neni, media sosial menjadi wadah segala informasi apapun.

Banjir informasi tersebut, berpotensi menyebarkan paham-paham yang keliru dan negatif.

Pemuda harus cerdas mengolah informasi yang diterima, tak melulu diserap tanpa analisis kritis.

Banyak kasus, doktrinisasi paham radikal berawal dari media sosial.

Hal itu sangat berbahaya bagi generasi penerus bangsa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved