Produksi Tambak di Kaltara Stagnan 10 Ribu Ton Per Tahun, Inilah Faktor Permasalahnya

Produksi tambak di Kalimantan Utara atau Kaltara Stagnan 10 Ribu Ton Per Tahun, Inilah Faktor Permasalahnya. Dinas Kelautan dan Perikanan ungkapkan.

Produksi Tambak di Kaltara Stagnan 10 Ribu Ton Per Tahun, Inilah Faktor Permasalahnya
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Hamparan tambak yang ada di Kabupaten Bulungan terlihat dari udara. Foto diambil tahun 2017. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Produksi tambak di Kaltara Stagnan 10 Ribu Ton Per Tahun, Inilah Faktor Permasalahnya

Produktivitas tambak di Kalimantan Utara berdasarkan hasil pengamatan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Utara masih tergolong rendah.

Luas tambak aktif mencapai 149 ribu hektare belum mampu mengungkit produki udang windu dari 10 ribu ton per tahun.

"Kita mau dengan luas tambak 149 itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat kelautan perikanan," sebut Amir Bakrie Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Kalimantan Utara kepada Tribunkaltim.co, Selasa (29/10/2019).

Menurut Amir Bakrie produktivitas tambak seluas 149 hektare tersebut bisa dimaksimalkan hingga minimal 50 ribu ton per tahun.

Kalimantan Utara sejauh ini masih konsisten dengan produksi udang windu.

Sedang daerah lain di Indonesia sudah beralih ke udang vename.

Masalahnya, banyak petambak ingin beralih membudidayakan udang vename

Namun terkendala infrastruktur. Budidaya udang vename memerlukan oksigen yang cukup.

Karena vaname ini memerlukan oksigen.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved