Berita Pemkot Tarakan

Terima Kunjungan Pokmaswas, Walikota Tarakan Janji Akan Bangunkan SPBU Nelayan di Laut

kunjungan Pokmaswas menemui dirinya membahas tentang ketersedian bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan.

Terima Kunjungan Pokmaswas, Walikota Tarakan Janji Akan Bangunkan SPBU Nelayan di Laut
HUMAS DAN PROTOKOL PEMKOT TARAKAN
Wali Kota Tarakan Khairul menerima kunjungan Forum Komunikasi Pengawas Masyarakat Nelayan (Pokmaswas) Tarakan Barat di Ruang Kerja Walikota, Selasa (29/10/2019). 

TARAKAN - Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M. Kes menerima kunjungan silaturahmi Forum Komunikasi Pengawas Masyarakat Nelayan (Pokmaswas) Tarakan Barat) di Ruang Kerja Walikota, Selasa (29/10/2019).

Orang nomor satu di Tarakan ini mengungkapkan, kunjungan Pokmaswas menemui dirinya membahas tentang ketersedian bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan.

Pasalnya selama ini nelayan mengeluhkan agak kesulitan mendapatkan BBM jenis solar dan premium baik yang ada di APMS laut maupun SPBU di darat.

Sering kali nelayan mau tidak mau harus antre BBM di SPBU darat bersama kendaraan lainnya, seperti sepeda motor dan mobil.

"Dengan adanya keluhan inilah kami berencana akan membangun SPBU Nelayan di laut. Jadi SPBU ini hanya melayani BBM untuk nelayan saja," ucapnya.

Khairul mengungkapkan, untuk membangun SPBU Nelayan tentu harus ada surat rekomendasi dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP). Surat rekomendasi ini masih diurus oleh Dinas Pertanian,Perikanan dan Peternakan Kota Tarakan.

"Nanti kalau kita telah mendapatkan surat rekomendasi dari KKP, kita akan menindaklanjutinya kepada Pertamina. Sebab kewewenangan pembangunan SPBU Nelayan ini ada di Pertamina," ucapnya.

Khairul mengatakan, untuk pembangunan SPBU Nelayan akan diserahkan kepada Perumda Energi sebagai pengelola SPBU Nelayan dan biaya pembangunan SPBU Nelayan mencapai miliaran rupiah.

"Pastinya SPBU Nelayan dibangun Perumda Energi Mandiri Kota Tarakan. Kapan kepastiannya pembangunan SPBU Nelayan dilakuman, yah kita tunggu surat rekomendasi dari KKP dan Pertamina untuk kuota BBM yang diberikan kepada nelayan Tarakan.

Khairul mengaku, berdasarkan data dari Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Tarakan, nelayan Kota Tarakan ada 5.000 orang dan hampir semua nelayan memiliki perahu sendiri.(advetorial/jnh)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved