ODGJ Menceburkan Diri ke Sungai Karang Mumus, RSJ Sebut Pasien Tergolong Alami Gangguan Jiwa Berat

ODGJ Menceburkan Diri ke Sungai Karang Mumus, RSJ Sebut Pasien Tergolong Alami Gangguan Jiwa Berat di Samarinda Kalimantan Timur.

ODGJ Menceburkan Diri ke Sungai Karang Mumus, RSJ Sebut Pasien Tergolong Alami Gangguan Jiwa Berat
TRIBUNKALTIM.CO/ CHRISTOPER D
TENGGELAM - Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap korban tenggelam yang diduga pasien RSJD Atma Husada Mahakam, Samarinda Kalimantan Timur pada Rabu (30/10/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pihak Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda Kalimantan Timur memberikan penjelasan mengenai orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ ) yang menceburkan diri ke Sungai Karang Mumus (SKM).

Wadir Pelayanan RSJD Atma Husada Mahakam, dr Jaya Mualimin menjelaskan, pasien berinisial Sp (34) telah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa sejak 29 September 2019, dan telah sebulan dilakukan perawatan di rumah sakit.

Selama perawatan intensif di rumah sakit, kondisi korban semakin membaik dan sudah tenang. Rabu (30/10/2019) hari ini korban diperbolehkan pulang, dengan ibu korban menjemput ke rumah sakit.

Namun, ibu korban masih merasa perlu agar anaknya kembali dirawat di rumah sakit, hal itulah yang diduga membuat korban melarikan diri dan nekat menceburkan diri ke SKM.

"Pasien ini dinyatakan sudah boleh pulang, sudah tenang kondisinya. Lalu diinstruksikan untuk diinjeksi agar minum obat, dan kita beri surat pulang," ucap dr Jaya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (30/10/2019).

"Mungkin ibunya trauma dengan tingkah laku anaknya, jadi menginginkan agar anaknya dirawat lagi," sambungnya.

Korban kabur saat masih berada di lingkungan rumah sakit, tepatnya di ruang tunggu IGD, sedangkan saat itu ibunya sedang mencari kamar kosong di dalam rumah sakit.

Saat itulah korban kabur. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran, hingga akhirnya korban menceburkan diri ke SKM dan tenggelam.

Lanjut dr Jaya menjelaskan, korban tergolong mengalami gangguan jiwa berat. Diawal perawatan korban kerap mengamuk, bahkan ketika masih di rumahnya, korban kerap mengancam orangtuanya dengan menggunakan parang.

"Ada gangguan jiwa berat, obatnya sudah diinjeksi, obat pengurang halusinasi juga kita berikan. Awal masuk memang ngamuk-ngamuk, di rumahnya juga kerap ngamuk, mungkin hal ini yang membuat orangtuanya trauma," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved