Rabu, 29 April 2026

Jelang Natal, Harga Daging Ayam di Samarinda Melonjak, Omzet Pedagang Malah Turun

jelang Natal, harga daging ayam di Samarinda melonjak, omzet pedagang malah turun

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Cahyo Wicaksono Putro
Salah satu penjual ayam potong di Pasar Segiri, Sumartini saat melayani pelanggannya, di Pasar Segiri, Samarinda, pada Kamis (31/10/2019 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA -jelang Natal, harga daging ayam di Samarinda melonjak, omzet  pedagang malah turun

Menjelang Natal  harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, Samarinda mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kenaikan harga terjadi pada daging ayam rata-rata mencapai Rp 27 ribu – Rp 31 ribu perkilogram .

Ayam potong yang biasanya dijual kisaran harga Rp 22 ribu per kg kini naik menjadi Rp 28 ribu per kg.

Sedangkan ayam potong dengan ukuran lebih besar yang biasa dijual dengan kisaran harga Rp 23 ribu – Rp 25 ribu per ekor, kini dijual seharga Rp 50 ribu per ekor.

Salah satu penjual ayam potong di Pasar Segiri Samarinda, Sumartini mengungkapkan, bahwa harga ayam sudah naik sejak sebulan terakhir.

“Biasa mau Tahun Baru mau Natal pasti naik, sudah biasa sih. Tapi sudah naik dari kapannya saya enggak ngitungin, tapi kalau harga naik itu sudah dari pemasoknya,” ujarnya sembari tertawa, Sabtu (8/12/2018).

Dengan naiknya harga ayam potong yang dijualnya, bukan tidak pernah ia mendapat protes dari orang-orang yang berbelanja.

Namun ia mengganggapnya itu hal biasa dan menanggapi dengan santai.

“Harga naik sedikit saja, sudah pasti diprotes, namanya juga orang beli pasti gitu,” celetuknya sambil tersenyum.

Ia mengaku dengan naiknya harga ayam potong ini, tentu mempengaruhi jumlah pembeli yang datang untuk berbelanja ke lapak miliknya.

Dengan begitu, omset penjualannya pun dapat dikatakan menurun.

Sebab, kerap kali ia menjual ayam potong miliknya mencapai 50-70 ekor perhari, sebulan belakangan ini hanya mampu menjual 30-40 ekor saja.

“Omset sih ngga nentu. Tergantung pasar, ramai atau sepinya pembeli.

Tapi harga naik juga pembeli jadi enggak pengen makan ayam kan. Cuman kadang saya jual 50-70 ekor perhari, sudah sebulan ini, saya cuma bisa jual 30-40 ekor saja," jelas Tini.

Harga Ayam di Balikpapan juga Mulai Naik

 Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Ayam Potong di Balikpapan Mulai Naik Bertahap

Harga ayam potong atau broiler di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan mengalami kenaikan.

Harga ayam potong saat ini berada di kisaran harga Rp 45 ribu hingga Rp 65 ribu per ekor, naik sebesar Rp 5 ribu dari harga sebelumnya.

 Daftar Harga Rata-rata Eceran dan Grosir Komoditi Pangan di Pasar Tradisional Kota Tepian Samarinda

 Tidak Cuma Bawang Merah dan Putih, di Berau Harga Cabai Juga Ikut Naik, Ibu-ibu Kalau Nawar, Sadis!

 Harga Bawang Merah di Sangatta Naik sampai Rp 7 Ribu/Kg, Harga Cabe Keriting Malah Turun

Namun kenaikan ini bervariasi tergantung dari besar dan kecilnya ukuran ayam.

Saat ditemui Tribunkaltim.co, seorang pedagang ayam potong di Pasar Klandasan, Nurul mengatakan harga ayam sudah naik sejak satu bulan yang lalu.

"Ini harga ayam sudah naik sekira satu bulanan, biasa kalau sudah mendekati hari besar ya seperti ini.

Sebentar lagi kan Natal dan tahun baru, ya walaupun masih 2 bulan lagi tapi memang naiknya itu biasanya bertahap," ujar Nurul, Minggu (27/10/19).

Sementara itu, untuk harga ayam potong yang sebelumnya dapat dibeli dengan harga Rp 18 ribu per kg, saat ini masyarakat harus mengeluarkan kocek lebih dalam lagi yaitu sebesar Rp 27.500 per kg.

Meski alami kenaikan, namun hal ini tidak berpengaruh besar pada jumlah pembeli yang masih normal seperti biasanya.

"Omset sendiri masih tetap sama, per hari saya masih bisa jual 50 ayam potong.

Tapi kalau harga naik, pedagang ayam seperti saya untungnya jadi semakin tipis saja," tambah Nurul.

Nurul mengatakan jika ayam yang dijualnya dipasok dari dalam Kota Balikpapan saja, namun jika sedang sulit dicari ia mengambil pasokan ayam dari daerah Banjar.

Para pedagang yang sedang melakukan transaksi jual-beli ayam potong di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, Minggu (27/10/19).
Para pedagang yang sedang melakukan transaksi jual-beli ayam potong di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, Minggu (27/10/19). (TRIBUNKALTIM.CO/ MIFTAH AULIA)

Wanita asal Nganjuk ini juga menambahkan jika harga ayam potong turun drastis, ia justru menjadi sepi pembeli.

"Kalau lagi murah malah dagangan ayam saya jadi sepi pembeli, soalnya pembeli jadi beralih ke pasar Kebun Sayur atau Pandan Sari yg harganya lebih murah," pungkasnya.

 Swiss-Belinn Balikpapan Demo Memasak di Tribun Wedding Fest, Paket Pernikahan Hanya 23 Jutaan Saja!

 Tak Biasa, Begini Cara Mucikari Tawarkan PA, Putri Pariwisata Asal Balikpapan di Prostitusi Online

 Menapaki Karier di Jakarta, Putri Amelia, Putri Pariwisata Asal Balikpapan Minta Diuruskan SKCK

Harga Ikan Layang dan Tongkol di Pasar Induk Sangatta Naik Begini Curhat Penjual Ikan di Kutai Timur

Sementara itu diberitakan sebelumnya, kenaikan harga juga terjadi di Pasar Induk Sangatta, Kutai Timur.

Harga Ikan Layang dan Tongkol di Pasar Induk Sangatta Naik Begini Curhat Penjual Ikan di Kutai Timur

Harga komoditas ikan laut di pasar Induk Sangatta mengalami kenaikan cukup signifikan, Minggu (27/10/2019).

Dari pantauan TribunKaltim.co beberapa jenis ikan naik disebabkan oleh beberapa faktor.

Andi Nur salah satu pedagang ikan laut mengatakan stok nelayan yang menipis dan enggannya nelayan melaut dikarenakan cuaca yang buruk beberapa hari terakhir menjadi penyebab melonjaknya harga ikan laut.

Contohnya saja ikan layang yang dijualnya.

Biasanya ia bisa menjual ikan layang sekitar Rp 15 ribu per kilogram.

Namun hampir sepekan ini mau tidak mau ia menjual Rp 25 ribu per kilogram.

"Pernah terjadi naik dadakan. Pas terang bulan mulai sudah ikan mahal. Biasa di atas Rp 25 ribu," ucap Andi Nur.

Sumber ikan yang ia dapat tidak hanya berasal dari daerah Sangatta saja.

Kota Bontang dan Berau menjadi daerah yang sering memasok ikan laut ke pasar tersebut.

Harga komoditas ikan di pasar Induk Sangatta mengalami kenaikan beberapa waktu belakangan ini.
Harga komoditas ikan di pasar Induk Sangatta mengalami kenaikan beberapa waktu belakangan ini. (TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO)

Sementara Asrul mengatakan ikan tongkol juga dan beberapa jenis ikan ukuran sedang lainnya juga mengalami kenaikan.

Ikan tongkol saja ia jual Rp 35 ribu. Biasanya ia bisa menjual ikan tersebut senilai Rp 25 ribu perkilogram.

Hal ini biasa terjadi karena cuaca buruk di laut.

"Biasanya karena angin atau cuaca kurang bagus. Jadinya nelayan tidak melaut. Terus stok semakin lama semakin menipis," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved