TMMD ke 106

Tangkal Gaya Hidup Tak Sehat BAB Sembarangan, TNI Bangun Jamban Demi Kualitas Kesehatan Warga Berau

Tangkal gaya hidup Tak Sehat BAB sembarangan, TNI Bangun Jamban Demi Kualitas Kesehatan Warga Berau di Kalimantan Timur

Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/HO Kodam Mlw
Pelaksanaan kegiatan pembangunan jamban di Berau. Komandan Kodim 0902 Tanjung Redeb Letkol Kav Ilham Faisal Siregar terjun langsung meninjau lokasi TMMD di Berau Kalimantan Timur. 

Membangun jamban harus mengeluarkan kocek saku celananya yang dalam, padahal sehari-hari Daeng Enre sendiri bukan pegawai tetap yang memiliki gaji bulanan atau seorang pedagang yang punya penghasilan menetap. 

Daeng Enre sendiri sehari-hari bekerja hanya musiman sebagai buruh kasar, bekerja di kebun seseorang, bekerja serabutan yang dibayar harian dan tidak pasti mendapat objek pekerjaan. 

Melihat kondisi ekonomi yang mengkhawatirkan tersebut, maka Daeng Enre pun enggan membuat jamban yang harus keluarkan banyak uang. 

Jurus yang diambil Daen Enre, cari tempat yang gratis dan praktis yakni membuang BAB secara sembarangan di sebuah sungai.  "Buang BAB di sungai kecil yang ada dekat di rumah saya," ujarnya. 

Kadang selain buang di sungai kecil, dirinya sempatkan waktu untuk melakukan buang BAB di rumah tetangganya yang berjarak jauh. "Menumpang sama rumah tetangga yang jaraknya cukup jauh," ungkapnya. 

Dampak Buruk BAB Sembarangan

Andai ada warga yang masih bergaya hidup kotor, buang air besar sembarangan pastinya yang rugi bukan saja satu dua orang akan tetapi bisa seluruh warga kampung. 

Mengutip dari Tribunnews.com, yang berjudul Kasus Diare Kebanyakan Dipicu BAB sembarangan, diungkapan.

Sejauh ini masih saja ada yang menerapkan pola hidup buang air besar sembarangan

Disebutkan, lebih dari 100 juta orang di Indonesia masih buang air besar ( BAB ) sembarangan yang berisiko terhadap Kesehatan masyarakat. 

Di kawasan masih juga ditemukan lebih dari 450 juta kasus diare terjadi setiap tahun.

"Sementara untuk angka kematian yang disebabkan oleh penyakit terkait air dan sanitasi hampir 150 ribu orang per tahun," tutur Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes, Wilfried H Purba di Kementerian Kesehatan, Jumat (7/9/2012).

Secara umum, di negara-negara Asia Timur terjadi disparitas capaian antara negara-negara Asia Timur, ada yang kurang dari 30 persen tapi ada yang lebih 95 persen.

Untuk rumah tangga di perkotaan lebih besar aksesnya dibandingkan dengan di kawasan pedesaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved