Intip Sinyal Koalisi PDIP - Golkar di Pilkada Balikpapan, Ini Penjelasan Politisi PDIP Thohari Azis
Intip Sinyal Koalisi PDIP - Golkar di Pilkada Balikpapan, Ini Penjelasan Politisi PDIP Thohari Azis
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Intip Sinyal Koalisi PDIP - Golkar di Pilkada Balikpapan, Ini Penjelasan Politisi PDIP Thohari Azis.
Ketua DPC PDIP Balikpapan, Thohari Azis menanggapi isu koalisi partai
penguasa parlemen Balikpapan; PDIP dan Golkar menatap Pilkada 2020 mendatang.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan itu tampak santai saat disinggung soal koalisi dengan Golkar di Pilkada.
Senyumnya mengembang disusul tawa saat berbincang skema koalisi PDIP-Golkar.
"Memang sudah koalisi? Dari mana?
Tapi ya, mudahan jadi doa. Kita ( PDIP ) selalu terbuka dari dulu,"
ungkapnya, Jumat (1/11/2019).
Menurutnya berpolitik itu tak bisa sendirian. Kerjasama jadi modal penting untuk mengurus pemerintah
dan rakyat.
Tak ada satu pun partai politik ( parpol ) yang bisa membangun tanpa bantuan pihak lain.
"Kita berpartai, berpolitik tak bisa sendirian. Harus bersama-sama.
Apalagi mengurus pemerintah dan rakyat.
Kalau bersama dengan banyak koalisi partai, akan semkain baik dan kuat.
Karena dapat dukungan parpol," ungkapnya.
Lebih lanjut, politik bagi Thohari Azis adalah kegembiraan. Kadang harus bersitegang,
namun tetap saja pada akhirnya rangkulan jadi penutup di setiap perjumpaan momen politik apa pun.
"Di politik harus gembira terus, bukan soal Pilkada saja. Merangkul, jangan tegang terus," tuturnya.
Saat disinggung, namanya yang santer diisukan jadi bacalon Wakil Walikota Balikpapan di Pilkada 2020
mendatang, politisi kawakan partai berlambang Banteng ini menepisnya.
"Aku belum sampai sejauh itu. Kan peluang jenderal ( Safaruddin ) maju, masa Thohari di situ," ucapnya.
Pemberitaan sebelumnya, Rahmad Mas'ud mengaku senang-senang saja menanggapi beredarnya isu
koalisi Golkar dan PDIP menatap Pilkada Balikpapan 2020 mendatang.
"Mungkin dia ( Ruhut Sitompul ) melihat itu. Senang-senang saja saya diakui untuk berkoalisi," katanya
usai acara launching buku Kiprah Jokowi Membangun NKRI di Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (31/10/2019).
Ya, dalam focus grup discussion (FGD) dalam acara tersebut, Ruhut diketahui berkelakar agar di Pilkada
Balikpapan Rahmad (Golkar) bisa berkoalisi dengan PDIP di Pilkada Balikpapan.
"Apa yang disampaikan bang Ruhut sebagai kader PDIP itu ungkapan personal. Dia lihat latar belakang kita.
Artinya kita berterimakasih. Mudahan dia menyampaikan ke pusat bahwa Golkar layak berkoalisi dengan PDIP,
bukan hanya PDIP tapi partai lainnya," ungkapnya.
Disinggung soal calon pasangan bila Golkar benar bakal berkoalisi dengan PDIP, Rahmad menjawab normatif.
Penentuan tersebut tergantung survei dan hasil konvensi yang bakal dilakukan Golkar Balikpapan.
"Itu nanti survei. Dilihat dari hasil survei," ucapnya.
Rahmad yang juga wakil walikota Balikpapan saat ini menekankan bahwa hasil pleno DPD Golkar
Balikpapan telah menetapkan dirinya sebagai calon tunggal walikota di Pilkada 2020 mendatang.
"Hasil pleno kemarin, saya ditetapkan sebagai calon tungal walikota. Tinggal penjaringan wakil walikota.
Iya, konvensi untuk calon wawali," ujarnya.
"Nanti kita tanya panitia," tambahnya saat ditanya kapan konvensi Golkar. (*)
Rahmad Masud: Saya Senang Saja
Diberitakan sebelumnya, isu koalisi Golkar-PDIP Pilkada Balikpapan menguat, Rahmad Masud: saya senang saja
Wakil Walikota sekaligus Ketua DPD Golkar Balikpapan Rahmad Masud mengaku, senang-senang saja
menanggapi beredarnya isu koalisi Golkar dan PDIP menatap Pilkada Balikpapan 2020 mendatang.
"Mungkin dia ( Ruhut Sitompul ) melihat itu. Senang-senang saja saya diakui untuk berkoalisi," katanya usai
acara launching buku Kiprah Jokowi Membangun NKRI di Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (31/10/2019).
Dalam Focus Grup Discussion (FGD) dalam acara tersebut, Ruhut Sitompul diketahui berkelakar agar
di Pilkada Balikpapan Rahmad (Golkar) bisa berkoalisi dengan PDIP di Pilkada Balikpapan.
"Apa yang disampaikan bang Ruhut sebagai kader PDIP itu ungkapan personal. Dia lihat latar belakang kita.
Artinya kita berterimakasih.
Mudahan dia menyampaikan ke pusat bahwa Golkar layak berkoalisi dengan PDIP, bukan hanya PDIP tapi
partai lainnya," ungkapnya.
Disinggung soal calon pasangan bila Golkar benar bakal berkoalisi dengan PDIP, Rahmad Masud menjawab normatif.
Penentuan tersebut tergantung survei dan hasil konvensi yang bakal dilakukan Golkar Balikpapan.
"Itu nanti survei. Dilihat dari hasil survei," ucapnya.
Rahmad Masud menekankan bahwa hasil pleno DPD Golkar Balikpapan telah menetapkan dirinya sebagai
calon tunggal walikota di Pilkada 2020 mendatang.
"Hasil pleno kemarin, saya ditetapkan sebagai calon tungal walikota. Tinggal penjaringan wakil walikota.
Iya, konvensi untuk calon wawali," ujarnya.
"Nanti kita tanya panitia," tambahnya saat ditanya kapan konvensi Golkar.
Nasdem tak Ngotot Calon Walikota
Sementara itu, Nasdem Balikpapan sadar posisi, tak ngotot harus jadi bakal calon Walikota di Pilkada Balikpapan 2020.
Ketua Tim Penjaringan DPD Partai Nasdem Balikpapan, Mauliddin mengatakan 3 nama kandidat bacalon
Pilkada bakal diserahkan ke DPP Nasdem selambatnya 6 November mendatang.
Ketiga kandidat tersebut telah menyampaikan visi misi di hadapan tim penjaringan partai besutan Surya
Paloh di tingkat kota.
"Usai Pleno kemarin, kami merekomendasikan 3 nama ke DPW, mereka akan membawa ke Jakarta 6-8
November nanti," tutur Mauliddin, Kamis (31/10/2019).
Nasdem Balikpapan Sadar Posisi, Tak Ngotot Harus Bakal Calon Walikota di Pilkada Balikpapan 2020
Desember 2019 mendatang DPP Nasdem bakal mengeluarkan rekomendasi untuk 1 nama yang bakal
diusung di Pilkada Balikpapan 2020 mendatang.
Disinggung soal posisi nilai tawar Nasdem di Balikpapan, Mauliddin mengaku sadar posisi.
Mereka tak terlalu memaksakan bacalon yang diusungnya di posisi 01 pada kontestasi Pilkada.
"Kamis selalu sadar posisi kami di Pilkada Balikpapan 2020.
Dengan 3 kursi di parlemen. Sangat berpeluang berkoalisi. Untuk itu harus proporsional, kekuatan kami
hanya 3 kursi," ungkap Mauliddin.
Ia mengklaim bahwa manajemen partai yang solid jadi jaminan siapa pun yang berkoalisi.
Ia mengenang proses Pilkada 2015 lalu, dimana Nasdem jadi kunci Rizal Effendi - Rahmad Masud di masa genting pendaftaran di KPU.
"Saat itu kursi 6 (PDIP), 3 (Nasdem). Nah, 4 (Demokrat) pada saat penyerahan belum tanda tangan Ketum.
Nasdem beri poin kuota 9 kursi," kata Mauliddin.
Siapa pun bacalon yang direkomendasikan Nasdem, pihaknya berharap dapat berpasangan dengan orang yang tepat.
"Kami percaya diri, tapi kami tahu diri," tutur Mauliddin.
Pihaknya juga mengimbau ketiga calon melakukan survei internal.
Tujuannya tak lain untuk memperkuat posisi tawar untuk direkomendasikan di Pilkada 2020.
DPW dan DPD juga bakal bergerak turun ke masyarakat, melakukan riset sejauh mana elektoral dan
popularitas ketiga kandidat tersebut.
"Wajib survei internal. Ada yang masih proses, ada yang sudah, ada yang survei pakai 2 lembaga," tutur Mauliddin. (*)