DPRD Penajam Paser Utara Ingin 5 OPD Secepatnya Punya Pimpinan Definitif

DPRD Penajam Paser Utara Ingin 5 OPD Secepatnya Punya Pimpinan Definitif agar kinerja pegawai lebih maksimal

DPRD Penajam Paser Utara Ingin 5 OPD Secepatnya Punya Pimpinan Definitif
Tribunkaltim.co, Heriani AM
Muhammad Yusuf, Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara 

Rusmalahati menyebutkan,

UMK Penajam Paser Utara adalah kedua tertinggi di Kalimantan Timur setelah Kabupaten Berau.

Nilainya yakni Rp 3,1 juta yang pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp 311.000 sehingga nilainya Rp 2,7 juta.

Kenaikan UMK Penajam Paser Utara, diprediksi naik. Nilai kenaikan akan diketahui setelah rapat

bersama Dewan Pengupahan.

"UMP Kalimantan Timur menjadi acuan kami sidang Dewan Pengupahan, untuk

menentukan UMK Penajam Paser Utara," katanya, Jumat (1/10/2019).

Pembahasan UMK  oleh Dewan Pengupahan Disnakertrans terdiri dari Bapelitbang, Badan Statistik, Bagian

Ekonomi Sekretariat Kabupaten, Dinas Prindakop, Apindo dan Kahutindo.

Dijelaskan lebih jauh  Rusmalahati, pihaknya belum bisa membuat kepastian kenaikan UMK.

Berdasarkan surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019

tanggal 15 Oktober 2019 tentang Tingkat Inflasi dan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Inflasi nasional sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional (PDB) sebesar 5,12 persen.

Sehingga disebutkan dalam surat edaran tersebut, angka kenaikan UMP 2020 didasari data inflasi nasional

dan pertumbuhan ekonomi 2019.

Jika kenaikan UMK Penajam Paser Utara mengacu pada kenaikan UMP nasional sebesar 8,51 persen,

maka UMK  Penajam Paser Utara tahun 2020 akan naik menjadi Rp 3.270.441.

Namun angka tersebut masih prediksi, keputusan nantinya akan diketahui setelah

rapat Dewan Pengupahan yang belum punya jadwal pasti namun akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

"Jika sudah ada keputusan sidang, akan disampaikan ke Pak Bupati untuk membuat

rekomendasi UMK Penajam Paser Utara,

dan disampaikan ke Provinsi paling lambat tanggal 21 November 2019," tandasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kahutindo Penajam Paser Utara, Asrul Paduppai

mengemukakan, ideal tidak idealnya UMK dilihat dari pendapatan masing-masing pekerja.

UMK yang ditetapkan sekarang berstandarisasi lajang, dalam artian dihitung untuk satu orang saja.

"Kalau mengatakan cukup atau tidak cukup, (nilainya) pas-pasan lah untuk pekerja. Untuk mengkuliahkan

anak, tidak cukup dengan gaji UMK ini," tegasnya.

Asrul berharap dengan adanya komponen-komponen upah, sistem pengupahan bisa menjadi ideal.

Dengan catatan mengacu pada ketentuan yang ada. Jika dalam aturan dan kesepakatan nilai yang

ditentukan sudah dinyatakan ideal, pihaknya akan menerima itu.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor sudah menetapkan kenaikan UMP sebesar 8,51 persen sehingga

kenaikan tersebutlah acuan dasarnya.

Ia berharap nantinya Gubernur meninjau kembali rekomendasi dari kabupaten/kota.

"UMP sudah ditetapkan 8,51 persen. Semua unsur dari pihak pemerintah, pengusaha, pekerja, mari sama-

sama kita mengacu pada ketentuan itu," harapnya.

Asrul menginginkan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dalam penentuan upah pekerja

berpegang pada PP No 78.

Sebagai perwakilan buruh, Asrul bakal memperjuangkan penerapan upah sesuai dengan PP No 77

tersebut dalam rapat Dewan Pengupahan nanti.

"Jangan sampai, nilai UMK Penajam Paser Utara hanya mendengar masukan salah satu pihak saja,"

pungkasnya. (*)

Nilai Upah Penajam Paser Utara 5 Tahun Terakhir

2014 - Rp2.100.000

2015 - Rp2.350.000

2016 - Rp2.440.000

2017 - Rp2.566.392

2018 - Rp2.789.924

2019 - Rp3.100.000 (*)

Baca Juga;

BKO Brimob dari Jatim, Kalimantan Tengah & Kalimantan Selatan Dipulangkan dari Penajam Paser Utara

VIRAL Postingan Mata Anak Keluar Cairan Mirip Darah karena Radiasiponsel Dokter Ungkap Faktanya

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved