Senin, 18 Mei 2026

Dinas Perhubungan Pasang Spanduk di Pelabuhan Speedboad, Penumpang Diminta Jangan Hiraukan Calo

Dinas Perhubungan pasang spanduk di pelabuhan speedboad, penumpang diminta jangan hiraukan Calo

Tayang:
Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/HO
Dinas Perhubungan tinjau pelabuhan speedboad usai dipasangnya spanduk untuk hindari calo. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM -Dinas Perhubungan pasang spanduk di pelabuhan speedboad, penumpang diminta jangan hiraukan Calo

Dinas Perhubungan atau Dishub Penajam Paser Utara tinjau pelabuhan speedboat.

Hal tersebut usai dipasang  spanduk peringatan 'awas calo' di sepanjang jalur masuk menuju pelabuhan. Keberadaan calo kerap meresahkan calon penumpang.

Kepala Dishub Penajam Paser Utara, Ahmad menyatakan, hasil tinjauan lapangan yang dilakukan,

sudah tampak perubahan situasi usai dipasang  spanduk-spanduk berisi imbauan tersebut.

Profil Dua Calon Kabareskrim, eks Ajudan Jokowi dan Penerus Kapolri Idham Aziz di Polda Metro Jaya

Anak Hilang Dibawa Sosok Besar, Ingat Kisah Wewe Gombel hingga Darwati Rela Telanjang Bulat di Hutan

Mulan Jameela Istri Ahmad Dhani Sekolah di Tempat Ini, Dibandingkan Pendidikan Hillary Lasut DPR RI

Terdapat 3 spanduk yang berisi imbauan untuk tidak terbujuk rayu oleh calo.

Spanduk pertama bertuliskan 'Awas Calon!!! Tidak Ada Pembayaran Tiket Speedboat di Luar Loket',

spanduk kedua bertuliskan 'Hindari Calo, Bayarlah Tiket pada Loket yang Tersedia' dan spanduk ketiga 'Zona Bebas Calo'.

"Alhamdulillah sudah ada perubahan dari perilaku penumpang sejak dipasangnya spanduk sejak 29 Oktober 2019," kata Ahmad, Senin (4/11/2019).

Spanduk tersebut dipasang atas kerjasama Polres Penajam Paser Utara melalui Polsek Penajam.

Ahmad mengatakan kegiatan tidak akan berjalan sesuai rencana tanpa adanya andil dari pihak Kepolisian.

Setiap harinya, personel kepolisian dan petugas Dishub berjaga di pelabuhan speedboad.

Ahmad mengaku kurang lebih 3 personel Dishub standby setiap hari.

"Di pelabuhan sudah ada petugas di sana. Ditambah personel Kepolisian dan Dishub.

Sistemnya piket dan masih berjalan hingga satu bulan kedepan," tambahnya.

Ahmad mengimbau kepada seluruh calon penumpang yang ingin menyeberang menggunakan speedboad agar membeli tiket di loket yang sudah tersedia.

"Tidak usah hiraukan calo, silahkan beli tiket di loket yang tersedia," tandasnya.

Pelabuhan Speeboat Diperbaiki

Sementara itu, perbaikan pelabuhan speedboat Penajam Paser Utara (PPU) yang terbakar saat hari raya Idul Adha, Agustus 2019 lalu, ditargetkan akan rampung pada November 2019 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara, Ahmad menyatakan, progres perbaikan pelabuhan speedboat pasca terbakar sudah 80 persen.

Perbaikan badan dan atap dermaga yang rusak dilalap api, sudah dimulai sejak awal September kemarin.

"Dalam waktu tidak terlalu lama, pengerjaannya akan rampung," kata Ahmad, Minggu (27/10/2019).

Dinas Perhubungan lanjut Ahmad, memang memiliki anggaran untuk perbaikan dermaga speedboat.

Awalnya, perbaikan direncanakan pada bagian yang menjorok ke laut, tiang-tiangnya sudah banyak yang goyang, sehingga butuh perhatian.

Namun karena terjadi musibah kebakaran, alokasi anggarannya kemudian dialihkan.

Ia menilai, dermaga yang menjorok ke laut tersebut masih dalam skala aman.

Dibandingkan dengan eks kebakaran yang sebagian badan jembatannya sudah menjadi arang. Hanya dibantu kayu-kayu penyangga sehingga cukup berbahaya jika terus dibiarkan.

"Namun, karena ada musibah kebakaran, anggaran dialihkan untuk perbaikan disitu, karena lebih mendesak," tambahnya.

Sepanjang 7 meter, badan jembatan dan atap diperbaiki Dishub setempat. Anggarannya sebesar Rp200 juta bersumber dari APBD 2019.

"Targetnya, bulan depan sudah selesai," imbuhnya.

Sedangkan, pelabuhan klotok yang juga terbakar akibat demonstrasi massa, Rabu (16/10/2019) lalu, perbaikan tergantung pemilik lahan pelabuhan.

Namun, meski bukan di bawah kewenangannya, pemerintah daerah tetap menaruh perhatian.

"Bukan kewenangan kita, karena yang punya adalah swasta, bukan pemerintah daerah. Namun kita tetap mengikuti perkembangan yang ada," pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved