Inilah Tantangan Layanan Pengiriman Dokter Spesialis ke Pedalaman Kaltara Era Presiden Jokowi

Inilah Tantangan Layanan Pengiriman dokter spesialis ke Pedalaman Kalimantan Utara atau Kaltara Era Presiden Jokowi

Inilah Tantangan Layanan Pengiriman Dokter Spesialis ke Pedalaman Kaltara Era Presiden Jokowi
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, Usman. Inilah Tantangan Layanan Pengiriman dokter spesialis ke Pedalaman Kalimantan Utara atau Kaltara Era Presiden Jokowi. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Inilah Tantangan Layanan Pengiriman dokter spesialis ke Pedalaman Kalimantan Utara atau Kaltara Era Presiden Jokowi atau Joko Widodo.

Saat menjabat Presiden Jokowi atau Joko Widodo, sangat fokus memperhatikan juga daerah perbatasan seperti di Kalimantan Utara atau Kaltara

Daerah perbatasan masih butuh perhatian, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, Presiden Jokowi

Program ' Dokter Terbang ' sudah dilaksanakan Pemprov Kalimantan Utara atau Kaltara sejak tahun 2014.

Program ini tergolong inovasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan di Kalimantan Utara yang membutuhkan layanan kesehatan.

Namun menjalankan program ini, banyak tantangan yang dihadapi. Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, Usman, mengungkapkan, tantangan tersebut ialah lokasi pelayanan yang sulit dijangkau dan keterbatasan saran transportasi.

"Misalnya untuk mememberi layanan ke Long Pujungan Kabupaten Malinau. Itu harus lewat sungai, ditempuh dalam waktu 2 hari, karena kita harus singgah beristirahat di perjalanan. Biasanya singgah dulu di Kecamatan Peso (Bulungan). Dan alur sungainya pun tidak mudah," kata Usman, Senin (4/11/2019).

Ke daerah lain misalnya ke Krayan, Kabupaten Nunukan dan sejumlah daerah di Kabupaten Malinau, hanya bisa ditembus dengan pesaway udara.

"Kapasitas pesawatnya kan terbatas. Jadi tenaga dan obat-obatan yang kita bawa juga sifatnya terbatas. Namun pelayanan kita berikan seoptimal mungkin ketika sampai di lokasi," ujarnya.

Keterbatasan jumlah dokter spesialis di daerah juga menjadi kendala. Jika dokter spesialis diterbangkan untuk 'Dokter Terbang' tidak ada yang menggantikan peran dokter tersebut di tempat kerjanya asalnya. Setiap pelayanan 'Dokter Terbang' berlangsung selama 3-5 hari di lokasi.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved